Oleh: Saidatul Nafisa Ilham
Pada suatu hari di sebuah kota kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Anto. Anto adalah anak yang rajin dan baik hati. Ia tinggal bersama keluarganya yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang adik perempuan yang baru berusia 12 tahun. Sedangkan Anton sendiri berusia 15 tahun dan masih bersekolah di SMP yang jauh dari rumahnya, sekitar 6 KM. Biasanya Anto pergi ke sekolah diantar oleh ayah atau ibunya.
Pada suatu hari, orang tua Anto terlambat menjemputnya.Karena itu, Anto pulang lebih lama dibandingkan teman-temannya. Ia menunggu di depan sekolah sampai malam. Di depan sekolah ada kursi panjang tempat siswa biasa duduk menunggu jemputan.
Awalnya Anto menunggu sendirian.
Namun, tiba-tiba datangseorang penjual batagor dengan gerobaknya. Karena merasa lapar, Anto pun membeli batagor tersebut.
Saat penjual batagor sedang memasak, Anto bertanya, “Pak, bapak orang mana? Kok saya baru lihat bapak jualan di sini?”
Saat penjual batagor sedang memasak, Anto bertanya, “Pak, bapak orang mana? Kok saya baru lihat bapak jualan di sini?”
Penjual batagor itu menjawab dengan suara serak, “Saya orang kota sebelah. Baru jualan di sini, makanya kamu tidak kenal.”
“Oh,” jawab Anto pelan.
Saat mengambil batagornya, tangan Anto tidak sengaja menyentuh tangan si penjual. Tangan penjual itu terasa sangat dingin gin. Namun Anto tidak terlalu memikirkannya.
Tidak lama kemudian, ayah Anto datang menjemput.
“Kenapa ayah lama sekali jemput Anto?” tanya Anto.
Ayahnya menjawab, “Tadi nenek kena serangan jantung dan masuk rumah sakit. Karena itu ayah terlambat.”
Lalu ayahnya melihat makanan di tangan Anto.
“Itu kamu beli dari mana?”
“Dari penjual batagor di dekat gerbang sekolah itu,” jawab Anto sambil menunjuk.
Ayah Anto terlihat bingung.
“Mana penjualnya? Ayah cuma lihat gerobak tua kosong dansudah rapuh.”
Anto terkejut. “Mana mungkin, Yah? Tadi Anto baru beli di sana.”
Saat Anto melihat kembali ke arah gerbang sekolah, ternyatabenar. Tidak ada siapa-siapa di sana. Hanya ada gerobak tuayang terlihat rusak dan kosong.
Anto sangat ketakutan sampai hampir pingsan. Setelah itumereka segera pulang.
Keesokan harinya, Anto menceritakan kejadian itu kepadasahabatnya yang bernama Risky.
Risky lalu berkata, “Dulu memang ada seorang penjual makanan yang sering jualan di depan sekolah ini. Ia menjual sate, batagor, dan minuman.”
“Suatu hari sekolah mengadakan rapat guru, jadi murid-murid pulang lebih cepat. Tapi bapak penjual itu tidak tahu kalau anak-anak sudah pulang. Ia tetap menunggu sampai malam.”
“Karena terlalu lama menunggu, akhirnya bapak itu memutuskan pulang sekitar jam sembilan malam.
Saat di perjalanan , ia tertabrak mobil dan meninggal dunia.”
“Katanya, sejak saat itu arwahnya masih sering terlihat berjualan di depan sekolah karena memang itulah pekerjaan yang paling iasukai.”
Anto pun terdiam dan merinding mendengar cerita itu.
“Katanya, sejak saat itu arwahnya masih sering terlihat berjualan di depan sekolah karena memang itulah pekerjaan yang paling iasukai.”
Anto pun terdiam dan merinding mendengar cerita itu.
TAMAT
Penulis Merupakan Murid Kelas 6 SD Terbangan Cut, PasieRaja, Aceh Selatan.

Terimakasih Majalah Anak Cerdas
BalasHapusPosting Komentar