Oleh Anton Sucipto, SP
Siang itu, bel sekolah berbunyi nyaring. Aldo dan Dudung berjalan bersisian menuju gerbang sekolah sambil memandangi lembar tugas di tangan mereka. Bu pak guru baru saja memberikan tugas kelompok untuk membuat makalah tentang minuman tradisional Indonesia yang menyehatkan.
"Dudung, kira-kira kita mau bahas minuman apa, ya? Es cendol atau es doger?" tanya Aldo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dudung menggeleng pelan. "Hmm, kalau es kan pakai es batu. Kadang bikin batuk. Pak guru tadi bilangnya minuman yang bener-bener bikin tubuh sehat dan hangat."
Sore harinya, mereka berdua sepakat untuk berdiskusi sambil berjalan-jalan santai di sekitar lapangan desa. Angin sore berembus lumayan kencang, membuat dedaunan berkerosak dan udara terasa kian dingin.
Saat melewati warung makan kayu di pinggir lapangan, mereka melihat seorang kakek yang sedang duduk santai. Di tangannya, sang kakek memegang sebuah cangkir kuno yang mengeluarkan uap panas. Aroma rempah yang pedas, namun manis dan harum menyengat tercium hingga ke tempat Aldo dan Dudung berdiri.
Dudung yang memang punya rasa ingin tahu tinggi, langsung menghentikan langkahnya. Matanya berbinar. "Do, aroma apa itu ya? Harum banget, bikin perut keroncongan!"
"Ayo kita samperin saja," ajak Dudung menarik lengan Aldo.
Dengan sopan, Dudung dan Aldo mendekati saung tersebut. "Permisi, Kakek. Selamat sore," sapa Dudung ramah sambil menganggukkan kepala.
Kakek itu menoleh dan tersenyum hangat. Wajahnya keriput, tapi matanya benderang dan tubuhnya terlihat sangat segar. "Selamat sore, Anak-anak tampan. Ada apa ini sore-sore jalan di pinggir lapangan?"
"Maaf mengganggu, Kakek. Nama saya Dudung dan ini teman saya, Aldo. Kami penasaran, Kakek sedang minum apa ya? Aromanya wangi dan hangat sekali," tanya Dudung polos.
Kakek itu tertawa terkekeh. "Oh, ini! Ini namanya minuman Jahe. Minuman hangat asli warisan leluhur kita. Mau coba?"
Dudung dan Aldo saling pandang, lalu mengangguk penuh semangat. Kakek Pluto memperkenalkan diri dengan senang hati mengambil dua cangkir kecil dan menuangkan wedang jahe dari termosnya.
"Wah! Pertama masuk agak pedas di lidah, Kek! Tapi pas sampai di tenggorokan dan perut, rasanya hangat banget!" seru Dudung kegirangan.
Aldo menepuk jidatnya. "Dudung! Ini kan minuman tradisional yang dicari untuk tugas makalah kita!"
Kakek Pluto tersenyum bangga. "Wah, bagus sekali kalau begitu! Kalian mau belajar tentang minuman jahe? Kakek bisa kasih tahu ilmu pengetahuannya."
"Mau banget, Kek!" jawab mereka serempak. Dudung langsung mengeluarkan buku catatan kecil dan pulpen dari tasnya.
Kakek Pluto mulai menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak:
Jahe adalah tanaman rimpang akar yang mengandung zat alami bernama gingerol. Zat inilah yang memberi rasa pedas hangat sekaligus menjadi obat alami dalam tubuh. Menjaga Daya Tahan Tubuh. Wedang jahe kaya akan antioksidan. Jika diminum saat cuaca dingin atau hujan, wedang jahe bisa mencegah kita dari masuk angin, batuk, dan flu.
Juga dapat melancarkan Pencernaan. Rimpang jahe sangat baik untuk meredakan perut kembung dan mual. Bahan pelengkap yang sehat. Wedang jahe biasanya dicampur dengan gula merah gula jawa yang kaya mineral, serta kayu manis atau serai agar aromanya makin harum dan menenangkan.
Dudung mencatat semua penjelasan Kakek Pluto dengan rapi. "Ternyata rempah-rempah di sekitar kita itu kaya manfaat ya, Kek. Tidak kalah hebat dengan obat-obatan di apotek!"
"Betul sekali, Dudung," ujar Kakek Pluto bijak. "Alam Indonesia itu sangat kaya. Kita harus bangga dan melestarikannya. Anak muda jaman sekarang jangan cuma suka minum boba atau minuman kemasan yang manisnya berlebihan, tapi juga harus kenal dan suka minuman tradisional yang menyehatkan seperti ini."
Matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Warna langit berubah menjadi jingga keemasan. Aldo dan Dudung berpamitan kepada Kakek Pluto setelah mengucapkan terima kasih yang mendalam atas ilmu dan kebaikan Kakek yang sudah berbagi minuman hangat.
"Terima kasih banyak, Kakek Pluto! Makalah kami pasti dapat nilai bagus besok!" seru Aldo gembira.
"Sama-sama, Anak-anak rajin! Ingat ya, jaga kesehatan kalian!" pesan Kakek Pluto sambil melambaikan tangan.
Sepanjang jalan pulang, Dudung dan Aldo berjalan dengan bahagia dan tubuh yang terasa hangat. Bukan hanya hangat karena mengonsumsi wedang jahe, tetapi juga hangat oleh rasa bersyukur karena mendapat ilmu baru dan teman baru yang bijaksana sore itu.
Penulis Anton Sucipto SP.
Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Posting Komentar