Oleh Delia Rawanita
" Anak anak, sekarang kalian semua belajar di Perpustakaan , ya" perintah bu Yani.
" Hore.." para siswapun menyambut gembira, soalnya selain karena ruangan perpustakaan dilengkapi AC. kata bu guru di sana ada juga buku cerita baru berjudul "Petualangan Dua Kelinci". Sampulnya cantik, gambarnya warna-warni. Tentu saja mereka penasaran ingin membaca buku tersebut.
Ketika siswa bergegas menuju perpustakaan, Rafi dan Reno sudah masuk dan menemukan buku tersebut terletak di rak paling depan.
"Aku duluan yang lihat!" kata Rafi menarik buku itu.
"Tidak, aku duluan yang pegang!" balas Reno lebih keras. Mereka berdua mulai berebut buku dan saling tarik-menarik.
Kraaakk..! Sampul buku itu terlepas dari lembarannya, halaman dalamnya terlepas dan kotor.
Karena berisik, Ibu Devi yang menjaga pustaka datang. Melihat buku tersebut rusak , raut wajahnya sangat gusar dan terlihat sedih.
"Anak-anak, lihatlah akibatnya" suaranya pelan. " Karena kalian berebut buku maka tadinya buku ini yang indah sekarang jadi robek" sambung bu Devi.
Karena berisik, teman lain tidak bisa membaca dengan nyaman.
" Buku juga bisa merasa sakit lho, kalau dikasari," kata Ibu lembut.
Rafi dan Reno tertunduk malu. Mereka menyesal. Melihat hal tersebut bu Devi memberi ide
"Bagaimana kalau kita perbaiki bersama?"
Reno dan Rafi mengangguk dan ikut bertanggung jawab, mereka berdua belajar memperbaiki.
Rafi mengambil selotip bening sedang Reno merapikan halaman yang terlipat. Mereka menempelkan sampul yang terkoyak dengan hati-hati .
Setelah rapi, bu Devi berkata "Nah, sekarang kita buat aturan berbagi. Siapa yang pinjam buku, harus menulis namanya. Setelah selesai membaca, maka giliran teman berikutnya.".
" Setuju" jawab mereka serentak.
Karena dibuat aturan membaca secara ber giliran, maka semua siswa jadi tertib. Suasanapun perpustakaan jadi nyaman
Hari itu Rafi diberikan lesempatan membaca duluan selama 20 menit, lalu giliran Reno. Akhirnya mereka ikut membaca bersama di satu meja, saling menunjukkan gambar lucu kelincinya.
Ternyata membaca bersama jauh lebih seru daripada berebut.
Syukurlah, sekarang perpustakaan jadi semakin diminati siswa. Buku "Dua Kelinci" dan buku yang lainnya tidak lagi robek. Bu Devi menyediakan kartu bagi yang meminjam buku dan mencatat untuk yang datang membaca. Kedua sahabat makin sering mengunjungi perpustakaan. Kini persahabatan Rafi dan Reno menjadi lebih erat.
Idi. 15 okt 2026

Posting Komentar