Topeng Kebenaran

 




Oleh Saiful Bahri


Suatu pagi, Popon duduk di teras sambil menatap langit. Ia berkata pelan,

“Nyanyak, kenapa ya banyak orang pura-pura baik, padahal hatinya nggak begitu?”


Nyanyak tersenyum lembut. “Itu karena mereka takut dibenci, Popon. Kadang orang lebih suka memakai topeng daripada jujur.”


Popon mengerutkan dahi. “Topeng? Kayak di pesta?”


“Bukan topeng pesta,” jawab Nyanyak. “Topeng kemunafikan. Topeng yang menutupi hati agar terlihat baik, padahal tidak.”


Popon terdiam. Ia ingat teman-temannya di sekolah yang suka menyontek, tapi tetap dipuji karena nilainya tinggi.


“Nyanyak,” katanya pelan, “kalau begitu aku mau jadi orang yang jujur saja, walau kadang orang tidak suka.”


Nyanyak mengangguk. “Itu pilihan yang hebat, Popon. Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan empat sifat yang harus kita jaga: Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas dan bijaksana).”


Popon tersenyum lebar. “Berarti kalau aku jujur, aku ikut Tim Kebenaran, ya?”


“Betul,” kata Nyanyak sambil menepuk bahunya. “Tim Kebenaran mungkin tidak disukai semua orang, tapi Allah menyayanginya. Sedangkan Tim Topeng, meski disukai banyak orang, hatinya sering sedih karena hidupnya pura-pura.”


Popon menatap langit lagi. “Aku pilih Tim Kebenaran, Nyanyak. Aku mau tidur nyenyak karena Allah tahu aku jujur.”


Nyanyak tersenyum haru. “Masya Allah, Popon. Semoga kamu selalu berani jadi diri sendiri, tanpa topeng.”


---


🌙 Pesan Cerita:

Lebih baik dibenci karena kebenaran, daripada disukai karena kepura-puraan.

Kejujuran membuat hati tenang, dan Allah selalu bersama orang yang jujur.

0/Post a Comment/Comments

Iklan