Sayangilah Petugas Kebersihan



Oleh Tabrani Yunis


Pagi yang Cerah di Pango Raya

Pagi itu, Arisya berjalan bersama ayah menuju warung kopi dekat POTRET Gallery di Jalan Prof. Ali Hasyimi. Mereka berjalan santai di jalur pejalan kaki sambil menikmati udara pagi.


Tiba-tiba, Arisya berhenti dan menutup hidungnya.

“Uh, Ayah! Lihat, sampahnya banyak sekali di trotoar. Baunya juga tidak enak!” katanya dengan wajah cemberut.


Ayah tersenyum lembut sambil menarik tangan Arisya menjauh dari tumpukan sampah.

“Mari kita lewat jalan yang lebih bersih, Nak,” ujar Ayah.


Sambil berjalan, Arisya bertanya, “Ayah, kenapa orang-orang membuang sampah di pinggir jalan? Kan itu mengganggu pejalan kaki.”


Ayah menjawab dengan tenang, “Mungkin mereka tidak punya tempat sampah di rumah, atau belum ada mobil pengangkut sampah yang datang.”


“Tapi, Ayah,” sahut Arisya, “Kalau begitu, seharusnya mereka membungkus sampahnya supaya tidak berantakan dan berbau.”


Ayah mengangguk. “Benar sekali, Nak. Selain itu, Pemerintah juga perlu menyediakan bak sampah di tempat umum agar masyarakat bisa membuang sampah dengan benar.”


Arisya menatap tumpukan sampah itu lagi dan berkata pelan, “Kasihan ya, Ayah. Petugas kebersihan harus mengangkat sampah yang kotor dan berbau setiap hari.”


Ayah tersenyum bangga. “Kita memang harus menghormati mereka, Nak. Tanpa petugas kebersihan, kota kita akan kotor dan tidak sehat.”


Arisya berpikir sejenak, lalu berkata dengan semangat, “Ayah, aku ingin menulis tentang ini! Aku akan kirim ke majalah Anak Cerdas, supaya anak-anak lain tahu pentingnya menjaga kebersihan dan menghargai petugas kebersihan.”


Ayah menepuk bahu Arisya dengan bangga. “Ide yang bagus sekali, Nak. Tulisanmu bisa menginspirasi banyak orang.”


---


🌱 Pesan Moral:


• Buanglah sampah pada tempatnya.

• Hargai dan bantu petugas kebersihan dengan menjaga lingkungan tetap bersih.

• Kebersihan adalah tanggung jawab bersama.



0/Post a Comment/Comments

Iklan