Oleh Tabrani Yunis
Di sebuah rumah kecil yang hangat, tinggal dua kakak beradik bernama Popon dan Nyanyak. Mereka ceria, suka tertawa, dan selalu bersama. Namun belakangan ini, ada sesuatu yang membuat Ayah dan Ibu merasa sedih.
Ayah sering berkata,
“Popon, Nyanyak, ayo belajar sebentar. Membaca buku itu penting, supaya kalian jadi pintar dan bisa bercerita banyak hal.”
Tapi Popon dan Nyanyak malah sibuk scrolling gadget. Mereka asyik melihat gambar dan video, sampai lupa membuka buku atau mengulang pelajaran dari sekolah.
Ibu pun menghela napas, “Sayang, membaca itu seperti membuka jendela dunia. Kalau kalian malas membaca, kalian akan kehilangan banyak cerita indah.”
Ayah sebenarnya sangat mencintai dunia membaca dan menulis. Setiap hari, Ayah membantu banyak orang menulis cerita dan artikel di majalah anak Anak Cerdas dan majalah POTRET. Ayah ingin semua orang bahagia karena bisa membaca dan menulis. Tapi ketika melihat Popon dan Nyanyak tidak mau membaca, Ayah merasa sedih, jengkel, dan malu.
“Dulu Popon rajin menulis cerita. Bahkan pernah mendapat undangan sekolah karena tulisannya yang bagus. Nyanyak juga pandai bercerita setelah membaca. Tapi sekarang, semua itu hilang karena terlalu lama bermain gadget,” kata Ayah dengan mata berkaca-kaca.
Popon dan Nyanyak menunduk. Mereka tahu Ayah kecewa.
Ibu lalu memeluk mereka, “Anak-anak, gadget memang menyenangkan. Tapi buku dan belajar akan membuat kalian lebih hebat. Kalau kalian rajin membaca, kalian bisa menjadi penulis, pembicara, bahkan orang yang membawa kebahagiaan untuk banyak orang.”
Popon dan Nyanyak saling berpandangan. Mereka mulai merasa bersalah. Akhirnya, Popon berkata,
“Baiklah Ayah, mulai besok kami akan membaca buku lagi. Gadget hanya boleh sebentar saja.”
Nyanyak menambahkan,
“Dan kami akan menulis cerita, supaya Ayah dan Ibu bangga.”
Ayah tersenyum lega. “Itulah yang Ayah harapkan. Membaca dan menulis adalah jembatan menuju masa depan kalian.”
Sejak hari itu, Popon dan Nyanyak mulai membagi waktu. Mereka masih bermain gadget, tapi tidak lupa membaca buku dan menulis cerita. Ayah dan Ibu pun kembali bahagia, karena anak-anak mereka belajar dengan sungguh-sungguh.
---
🌟 Pesan Cerita:
Gadget boleh digunakan, tapi jangan sampai membuat kita lupa membaca dan belajar. Membaca adalah jendela dunia, dan menulis adalah cara kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain

Posting Komentar