KETIKA PERTANDINGAN USAI



Oleh Delia Rawanita


Aku ingat betul hari Minggu waktu itu. Karena ketika pulang sekolah, sepanjang jalan teman temanku bercerita akan diadakan pertandingan sepak bola antar kabupaten  di daerah kami. Tentu saja ini berita menyenangkan buatku karena  letak lapangan bola kaki tidak jauh dari rumah. 


Biasanya setiap ada event, aku pasti mencari peluang. Kali ini kesempatan buatku adalah berjualan tebu apalagi sekeliling  rumah dipagari dengan tebu yang ditanam ayah.


" Mak, besok ada pertandingan bola antar kabupaten, Amil jualan tebu ya" rengekku. Mak tersenyum mengangguk sepertinya beliau sengaja memberiku pengalaman mencari uang agar aku berani dan tangguh.


Sorak sorai di lapangan bikin aku sangat bersemangat. Udara yang  panas di tengah padat pengunjung semakin membuat gerah. 


" Cepatlah, Mak. Orang orang pasti mulai merasa kehausan" kataku 

" Sabarlah, kena pisau pulak tangan Mak nanti" sahut Mak  sambil mengupas kulit tebu memotong melintang lalu ditusuk dengan lidi  bambu. 


Setiap karangnya terdiri dari 5 tusuk. Setelah selesai Mak kemudian menyusunnya di atas baskom yang sudah ditutup plastik agar terhindar dari debu. Sebahagian disisakan Mak karena tidak muat

" Bismillah,  hayo berangkat" kata Mak


Aku bergegas membawa dagangan tebu menuju lapangan bola kaki. Di kanan kiri sudah penuh penonton. Aku dengan bebas mengitari lapangan mencari pembeli di tengah cuaca terik. 

" Tebuu..tebuuu" 

Alhamdulillah, tidak sampai setengah jam, semua tebu ludes terjual. Aku berlari ke rumah untuk kembali mengambil tebu  yang baru.

" Maak, tebunya habis"  teriakku dari jauh.

" Alhamdulillah, mau lanjut ?" tawar Mak menggoda hatiku

" Mau Mak" 

Karena merasa sisa tebu tadi masih kurang, aku memotong 2 batang lagi.  Kulihat geleng geleng kepala, tapi terus  mengupas kulit tebu untukku jual.

" Cepat Mak"

" Sabarlah"

Setelah rangkaian tebu  terusun rapi , akupun berlari menuju stadion.

Tiba tiba suara reporter menembus telinga.

" Goooll.."

Pluit panjang berbunyi,   langkahku terhenti.

" Ya Tuhan,  Pertandingan telah berakhir di sini.


Banda Aceh, 7 Juli 2026

0/Post a Comment/Comments

Iklan