Lampu Hantu Berkedip di Rumah Pipi

Ilustrasi oleh AI


Karya: Saidatul Nafisa Ilham

Siswa Kelas VI SD Negeri Terbangan Cut

Pada suatu sore, aku, Pipi, Izza, Fatih, dan Mirjan sedang bermain bersama di halaman rumah Nenek.

Kami bermain dengan riang hingga tidak terasa hari mulai menjelang malam. Saat itu, baju Pipi sudah basah dan kotor karena bermain.

"Ayo ikut ke rumahku sebentar. Aku mau ganti baju," kata Pipi.

Kami pun ikut menemani Pipi ke rumahnya. Saat itu rumah sedang kosong karena Abi dan Uminya belum pulang.

Ketika kami masuk ke dalam rumah, tiba-tiba lampu padam.

"Eh, kenapa lampunya mati?" tanya Izza sambil memegang lenganku.

Beberapa detik kemudian, lampu hidup kembali.

Kami merasa lega.

Namun tidak lama kemudian, lampu kembali mati. Lalu hidup lagi. Setelah itu mati lagi.

Kami mulai ketakutan.

Fatih berbisik pelan, "Jangan-jangan ada hantu!"

Mendengar kata hantu, kami langsung berlari keluar rumah sambil berteriak.

"Hantuuu... hantuuu...!"

Mirjan yang berlari paling depan bahkan hampir tersandung karena terlalu panik.

Setelah beberapa saat di luar rumah, kami memberanikan diri masuk kembali.

Tetapi baru saja masuk, lampu kembali berkedip-kedip. Mati, hidup, mati, hidup.

Kami semakin takut dan langsung berlari keluar untuk kedua kalinya.

Aku, Pipi, Izza, Fatih, dan Mirjan berdiri di halaman rumah dengan wajah pucat.

Tidak lama kemudian, Abi Pipi pulang dari pante.

"Kenapa kalian berdiri di luar?" tanya beliau.

Dengan napas terengah-engah, kami menceritakan kejadian lampu yang berkedip-kedip dan dugaan adanya hantu di dalam rumah.

Mendengar cerita itu, Abi Pipi tertawa.

"Hahaha... bukan hantu itu. Saklar lampunya sedang rusak dan arus listriknya pendek. Makanya lampunya hidup dan mati sendiri."

Kami saling berpandangan.

Ternyata tidak ada hantu sama sekali.

Kami pun ikut tertawa karena sudah berteriak dan berlari ketakutan.

Pipi akhirnya bisa mengganti bajunya, dan kami kembali bermain sambil menceritakan kejadian lucu tersebut.

Sejak saat itu kami belajar untuk tidak langsung menyimpulkan sesuatu sebelum mengetahui penyebab yang sebenarnya.


**Tamat**


*Pesan Moral:*

Jangan mudah takut dan jangan langsung percaya pada hal-hal yang belum tentu benar. Cari tahu dahulu penyebabnya agar tidak salah paham.

0/Post a Comment/Comments

Iklan