Karya: Saidatul Nafisa Ilham
*Siswa Kelas VI SD Negeri Terbangan Cut*
*Gampong Ujung Batee, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan*
Pada suatu hari, di sebuah desa yang tenang, beredar sebuah cerita misterius yang membuat warga takut keluar rumah saat waktu magrib, terutama ketika hujan gerimis turun.
Konon, saat hujan gerimis di waktu magrib, ada sosok misterius yang berjalan mencari mangsa. Cerita itu sudah lama dikenal oleh warga desa dan sering diceritakan kepada anak-anak agar tidak bermain hingga larut sore.
Di desa itu tinggal sebuah keluarga yang baik hati dan ramah. Mereka mempunyai seorang anak laki-laki bernama Rafa yang berusia 13 tahun. Rafa adalah anak yang aktif dan suka bermain bersama teman-temannya. Namun, ia juga terkenal bandel karena sering pulang menjelang malam.
Orang tuanya berkali-kali mengingatkan agar Rafa tidak bermain terlalu lama, apalagi sampai waktu magrib atau ketika hujan gerimis turun. Menurut mereka, saat itulah waktu yang paling berbahaya.
Suatu hari, Rafa pergi bermain seperti biasa. Sebelum berangkat, ibunya kembali mengingatkan agar ia segera pulang sebelum magrib. Namun Rafa tidak menghiraukannya.
Saat perjalanan pulang, Rafa mengendarai sepeda motornya melewati jalan yang sepi. Ketika hampir memasuki kampungnya, tiba-tiba motor yang dikendarainya mati. Pada saat yang sama, hujan gerimis mulai turun perlahan.
Rafa mulai panik. Dari kejauhan terdengar suara azan magrib berkumandang dari masjid yang tidak terlalu jauh. Ia berusaha menyalakan kembali motornya, tetapi mesin itu tetap tidak mau hidup.
Rumah Rafa masih berjarak sekitar dua kilometer lagi. Ia terus mencoba menyalakan motornya, namun semua usahanya sia-sia. Akhirnya, ia terjebak di tengah hujan gerimis yang semakin membuat suasana terasa mencekam.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat.
Rafa memejamkan mata karena ketakutan. Dengan memberanikan diri, ia perlahan menoleh ke belakang.
Betapa terkejutnya ia saat melihat seorang perempuan berpakaian kuning kusam. Rambutnya panjang menjuntai hingga ke pinggang dan menutupi wajahnya.
Perempuan itu berjalan perlahan menuju ke arahnya.
Rafa sangat ketakutan. Tubuhnya gemetar dan pandangannya mulai kabur. Tidak lama kemudian, ia pingsan.
Anehnya, setelah Rafa pingsan, hujan tiba-tiba berhenti dan langit kembali cerah.
Di rumah, kedua orang tuanya mulai khawatir karena Rafa belum juga pulang. Mereka segera mencarinya ke berbagai tempat.
Setelah beberapa saat, mereka menemukan Rafa terbaring di pinggir jalan. Dengan tergesa-gesa mereka membawanya ke rumah sakit terdekat.
Ketika sadar, Rafa menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada kedua orang tuanya.
Mendengar cerita itu, ayah Rafa terdiam sejenak. Kemudian ia mulai menceritakan sebuah kisah lama yang pernah terjadi di desa mereka.
Dahulu, ada seorang perempuan yang sedang mencari anaknya yang belum pulang ke rumah. Saat itu hujan gerimis turun bersamaan dengan azan magrib yang berkumandang.
Karena sangat khawatir, perempuan itu terus mencari anaknya. Namun di tengah perjalanan, ia bertemu seorang begal yang kemudian merampas nyawanya. Tubuhnya dibuang ke sungai dan tidak segera ditemukan.
Perempuan itu diketahui mengenakan pakaian berwarna kuning pada hari naas tersebut.
Sejak saat itu, warga percaya bahwa arwah perempuan tersebut masih bergentayangan. Ia terus mencari anaknya yang hilang dan orang yang telah membunuhnya.
Karena peristiwa itu terjadi saat hujan gerimis turun, banyak orang meyakini bahwa sosok perempuan berbaju kuning akan muncul setiap kali hujan gerimis datang menjelang magrib.
Rafa mendengarkan cerita ayahnya dengan wajah pucat. Sejak hari itu, ia tidak pernah lagi pulang larut dan selalu mematuhi nasihat kedua orang tuanya.
*Tamat*
*Pesan Moral:*
Kita harus mendengarkan nasihat orang tua dan tidak bermain hingga larut sore. Selain itu, kita juga perlu berhati-hati ketika berada di luar rumah saat cuaca buruk atau hari mulai gelap.

Posting Komentar