BURUNG PIPIT PENOLONG

Ilustrasi AI


Oleh Delia Rawanita


Pagi hari yang cerah. Seekor burung Pipit  kecil sedang hinggap di ranting pohon mangga.  Dia tidak buru-buru mencari makan sendiri, tetapi  berkeliling sawah, melihat mungkin  ada yang membutuh bantuan.

Begitulah kebisaan baik sang burung Pipit.


Suatu hari dia melihat seekor Semut Merah lagi kewalahan mendorong remah roti berukuran besar dengan kepalanya. Pipit langsung turun ikut membantu. Dia  mematuk-matuk roti itu sampai pecah menjadi pecahan  kecil. 


"Nah, sekarang bisa digotong bersama sama  kan?" ujar Pipit

Semut Merah sangat berterima kasih dan merasa senang sekali. Dia lalu   mengajak teman-temannya  ikut menikmati makanan.


Sore hari, tiba tiba angin kencang datang.  Sarang burung Nuri  jatuh ke tanah. Tiga butir telurnya menggelinding pelan-pelan ke arah got. Semua burung dewasa panik, apalagi sayap mereka terlalu lebar buat masuk ke sela-sela rumput.


Pipit segera bertindak  Dia mengumpulkan  semua sahabatnya, merekapun  membuat  barisan lalu terus mendorong telur itu pakai kepala satu-satu. Butuh waktu lama dan sayap mereka pegal semua, tapi akhirnya telur itu selamat di rumput empuk. Burung  Nuri sampai meneteskan air mata haru.


Sejak kejadian itu, kalau ada yang kesusahan di sawah, semua burung pasti bilang, "Panggil Pipit kecil kita !" Dan Pipit selalu datang sambil mengepakkan  sayap kecilnya, karena Pipit  percaya, sebenarnya  menolong itu tidak membutuhkan  badan besar? tetapi keikhlasan hati bagi siapapun  yang mau.


B.Aceh, 110626

0/Post a Comment/Comments

Iklan