Ulang Tahun Kancil

Ilustrasi by AI


 Oleh Anton Sucipto, SP

 

Pagi itu hutan terasa lebih ramai dari biasanya. Ternyata hari itu adalah ulang tahun Kancil. Semua hewan di hutan sudah tidak sabar menghadiri pesta besar yang akan diadakan di bawah pohon beringin tua. Kancil pun terlihat sangat bahagia, karena ini adalah ulang tahun pertamanya yang dirayakan bersama seluruh teman hutan.


Sejak pagi, Kancil dan teman-temannya sibuk menyiapkan acara. Ada meja panjang berisi pisang, mangga, apel, semangka, dan jambu. Semua buah itu disiapkan khusus untuk tamu undangan. Tupai membantu menghias tempat acara, Kura-kura menata kursi daun, dan Burung Beo berlatih menyanyi untuk hiburan.


Tak lama kemudian, acara dimulai. Para hewan berkumpul di ruang acara sambil tertawa dan berbincang. Namun, tanpa sepengetahuan mereka, ada satu hewan yang tidak ikut ke acara itu. Dia adalah Monyet. Diam-diam, Monyet pergi ke meja buah.

“Hehehe, banyak sekali buahnya,” kata Monyet sambil menyeringai.


Tanpa rasa bersalah, Monyet mengambil buah satu per satu. Ia makan dengan lahap, bahkan menyimpan sebagian di balik semak. Tak lama kemudian, buah-buahan di meja habis!


Saat acara makan bersama dimulai, para hewan terkejut.

“Lho, buahnya ke mana?” tanya Kelinci.

“Padahal tadi masih penuh,” kata Rusa.

Kancil merasa sedih, tetapi ia tidak marah. Ia berpikir keras untuk memberi pelajaran agar Monyet sadar atas perbuatannya. Kancil pun mendapat sebuah ide yang cerdik.


Keesokan harinya, Kancil menyiapkan beberapa buah jambu yang tampak segar dan manis. Namun, di dalam jambu itu, Kancil memasukkan ulat kecil yang aman, tetapi menjijikkan. Jambu-jambu itu lalu diletakkan kembali di meja.


Benar saja, Monyet datang lagi.

“Wah, ada jambu! Kesukaanku!” seru Monyet.

Ia langsung memakan jambu itu dengan lahap. Baru beberapa gigitan, wajah Monyet berubah pucat.

“Ueekkk!” Monyet muntah dan merasa sangat mual.


Monyet terjatuh lemas. Para hewan pun datang menghampiri. Tupai dengan sigap mengambil ramuan daun obat.

“Minum ini. Ini obat supaya perutmu sembuh,” kata Tupai.

Setelah beberapa saat, Monyet merasa lebih baik. Ia menunduk dengan wajah malu.


“Aku menyesal,” kata Monyet pelan. 

“Akulah yang menghabiskan buah-buahan di pesta ulang tahun Kancil. Maafkan aku.”

Kancil tersenyum dan berkata lembut,

“Aku memaafkanmu, Monyet. Tapi ingat, mengambil milik bersama itu tidak baik.”

Monyet mengangguk.

“Aku janji tidak akan serakah lagi dan akan menjadi teman yang baik.”

 

Sejak hari itu, Monyet berubah. Ia suka membantu dan berbagi. Kancil pun senang karena ulang tahunnya tidak hanya membawa kegembiraan, tetapi juga pelajaran berharga tentang kejujuran dan persahabatan.

Hutan kembali damai, dan persahabatan mereka menjadi semakin erat. 


Penulis Anton Sucipto SP.

Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Tulisannya dimuat oleh media cetak dan online.

 

0/Post a Comment/Comments

Iklan