Oleh Delia Rawanita
Beberapa hari ini cuaca sangat menghawatirkan. Hujan disertai angin kencang menyebabkan sampah rumah tangga yang belum diambil oleh petugas kebersihan, berserakan. Mungkin karena tanggal merah berturut turut di kalender, sehingga sampah jadi menggunung. Bahkan sampai tumpah melewati bak penampungan, sehingga berhamburan ke badan jalan. Keadaan seperti ini akan membuat pencemaran udara karena menimbulkan bau busuk menyengat.
Namun tidak demikian dengan si Lalat dan Tikus. Mereka bergerombol masuk dengan gembira ke dalam sampah. Apalagi melihat makanan banyak tersedia. Sambil memainkan ekornya, Tikus berlari ke sana ke mari menikmati makanan sisa sepuasnya. Sedang si Lalat bernyanyi sambil berputar putar di sekitar bak sampah dengan gembira.
" Beruntung kita hari ini" kata Tikus
" Iya, petugas sampah masih cuti libur" sahut Lalat
" Oh, jadi tukang sampah pulang kampung" ejek Tikus
" Semoga mereka tidak datang, biar perut selalu kenyang " celoteh Tikus senang.
Ketika para tikus sedang asik berpesta pora, tiba tiba sebuah truck berhenti di sana.
" Larii, ada bahaya" teriak Lalat
Tikus yang sibuk mengunyah makanan tidak mendengar peringatan, mereka terus saja makan. Tidak lama kemudian beberapa petugas turun dari mobil lengkap dengan sarung tangan dan wajah tertutup masker. Dengan sigap mulai mengambil sampah di dalam tong dan mencampakkannya ke dalam Truk sampah. Si Tikus rakus terkejut ketika tubuhnya ikut terangkat bersama sampah.
" Toloong." teriak Tikus ketakutan. Sayang, tidak ada yang mendengar teriakannya. Tikus tikus penyebab penyakit itu siap diangkut ke tempat pembuangan akhir.
B. Aceh , 9 Feb 2026

Posting Komentar