Tamasya di Pantai Tebing



Oleh Tabrani Yunis 

Hari Sabtu di akhir Januari 2025, Popon dan Nyanyak bangun dengan wajah ceria. Hari itu ayah dan ibu mengajak mereka tamasya ke pantai. Wah, betapa senangnya! Mereka juga mengajak teman-teman mereka: Nayla, Aqila, dan Arisya.

Sebelum berangkat, ayah berhenti di sebuah toko kecil. Ayah membeli snack sehat dan air mineral agar perjalanan terasa segar. Mobil pun melaju menuju kawasan pantai: Lhoknga, Lampuuk, dan Pantai Tebing. Dari tiga pilihan itu, ayah memilih Pantai Tebing. Katanya, pantai itu sangat indah dengan tebing tinggi dan ombak yang berdebur.

Di dalam mobil, ayah bercerita:

“Di Pantai Tebing, kita bisa melihat gunung yang terjal, burung-burung yang terbang di sela batu, dan ombak yang pecah di pantai. Kalau berani, kita bisa naik kuda menyusuri pasir putih.”

Popon dan Nyanyak makin tak sabar. Begitu juga Nayla, Aqila, dan Arisya. Mereka ingin segera sampai!


---


Sampai di Pantai Tebing

Tak lama, mobil berhenti di pintu masuk. Penjaga menghitung jumlah orang dan memberikan tiket. Itu tanda bahwa mereka sudah tiba di lokasi wisata.

Begitu masuk, Popon berteriak kagum:

“Wow! Indah sekali! Tebingnya tinggi seperti dibelah, burung-burung bernyanyi di atas batu!”

Anak-anak segera turun dari mobil. Mereka berlari di atas pasir putih yang bersih, duduk di bawah tebing, dan menengadah ke langit. Hati mereka dipenuhi rasa kagum.

Arisya yang tak sabar ingin berenang mendekati air. Celananya basah terkena ombak. Ayah segera mengingatkan:

“Jangan terlalu jauh, nanti terseret ombak!”

Akhirnya Arisya dan Aqila bermain pasir, membuat rumah pasir yang indah. Sementara itu, ayah dan ibu memesan makanan dan air kelapa muda. Mereka duduk santai menikmati alam.

Belajar dari Alam

Popon yang suka bertanya, berkata:

“Ayah, pantai ini masuk wilayah Banda Aceh ya?”

Ayah tersenyum:

“Tidak, Pon. Pantai Tebing ini masuk wilayah Aceh Besar. Daerah ini punya banyak sekali potensi wisata. Lihat ke sana, itu Lampuuk.”

Popon terpesona. Ia merasa beruntung bisa belajar langsung dari alam.

---

Inspirasi Menulis

Sambil menikmati keindahan pantai, Popon berkata penuh semangat:

“Sepulang dari sini, aku mau menulis cerita tentang tamasya di Pantai Tebing. Nanti kukirim ke majalahanakcerdas.com agar teman-teman lain bisa membaca.”

Nyanyak, Nayla, Aqila, dan Arisya tersenyum. Mereka sudah sering mengirim tulisan ke majalah Anak Cerdas. Popon merasa termotivasi.

Hari itu bukan hanya tamasya, tetapi juga pelajaran berharga: tentang menjaga alam, berbagi kebahagiaan, dan menuliskan pengalaman agar bisa menginspirasi banyak anak lain.

✨ Pesan Inspiratif:

Pantai bukan hanya tempat bermain, tetapi juga tempat belajar. Dari pasir, ombak, dan tebing, anak-anak bisa belajar tentang keindahan ciptaan Tuhan, pentingnya menjaga keselamatan, dan semangat berbagi cerita.



0/Post a Comment/Comments

Iklan