Oleh Delia Rawanita
Suasana Ramadhan kian terasa, apalagi tradisi Meugang telah tiba. Harum masakan daging rendang masakan Bunda mulai tercium, lezat luar biasa.
"Horeee, lusa kita mulai puasa" kata Hafiz semangat
" Dek Abi mau puasa, juga" sahut adik kecilnya
" Puasa Yang Yok, pas siang buka periok" ledek Hafiz
Seketika dek Abi merengut, wajahnya berubah mendung seperti mau hujan. Dia berlari ke sudut ruang sambil menekuk kepalanya di lutut. Melihat tingkah adiknya mulai ngambek, Hafiz datang membujuk karena takut dimarahi Bunda.
" Maaf ya dek, abang cuma bercanda, nggak boleh marah nanti cepat tua "
Mendengar bujukan Abangnya, Abi malah makin marah, suara tangisnya pecah.
" Aduh, Hafizul setiap hari godain adiknya" gumam Bunda bergegas menghampiri.
" Kenapa lagi ini, sudahlah jangan menangis" bujuk Bunda
" Bang Hafiz tu, ejek Abi dibilang puasa Yang Yok"
Bunda tersenyum mendengar celoteh Abi.
" Ya udah, Abi boleh puasa, tapi harus sanggup bangun sahur, biar tubuh Abi nggak lapar kalau berpuasa. Mendengar kata "lapar" seketika dek Abi terdiam, tampak merenung
" Tapi setengah hari aja, boleh kan, Bunda" rengeknya
"Oo.. Karena umur anak Bunda baru empat tahun, bolehlah" sahut Bunda sambil menahan tawa.
" Nah, itu namanya puasa Yang Yok, dek" kata Hafiz tertawa.
" Bundaaaa.. "
Banda Aceh, 15 02 26

Posting Komentar