Mengapa Kita Berkeringat?



Oleh Tabrani Yunis 


Di sebuah playground TK Insan Madani, Arisya yang masih kecil berlari-lari mengejar ayahnya. Nafasnya terengah-engah, wajahnya merah, dan bajunya basah oleh keringat.


“Ayah! Badan Arisya basah sekali. Kenapa ya kita berkeringat?” tanya Arisya sambil mengusap dahinya.


Ayah tersenyum. Pertanyaan itu sederhana, tapi penting sekali. Ia ingin menjawab dengan cara yang mudah dipahami oleh anak seusia Arisya.


---


Penjelasan Ayah


“Arisya,” kata Ayah lembut, “ketika kita berlari, melompat, atau bermain, tubuh kita bekerja keras. Otot-otot di badanmu memakai energi dari makanan. Energi itu dipakai untuk bergerak. Tapi, sebagian energi berubah menjadi panas. Nah, kalau panasnya terlalu banyak, tubuh bisa kepanasan.”


Arisya mengangguk, matanya berbinar.


“Supaya tubuh tidak terlalu panas,” lanjut Ayah, “Allah memberi kita cara yang hebat: berkeringat!”


---


Bagaimana Keringat Bekerja?


Ayah menjelaskan dengan bahasa sederhana:


• Di dalam tubuh ada pembuluh darah yang membawa panas ke kulit.

• Otak kita punya bagian bernama hipotalamus, seperti termometer ajaib. Ia tahu kalau tubuh mulai panas.

• Hipotalamus lalu memberi perintah: “Ayo keluarkan keringat!”

• Keringat keluar lewat pori-pori kulit. Saat keringat menguap, panas tubuh ikut hilang. Tubuh pun menjadi lebih sejuk.


---


Arisya Belajar


“Jadi, keringat itu bukan sesuatu yang jelek, ya Ayah?” tanya Arisya.


“Betul sekali,” jawab Ayah. “Keringat adalah sahabat tubuh kita. Ia membantu kita tetap sehat dan tidak kepanasan. Kalau tidak ada keringat, tubuh bisa sakit karena terlalu panas.”


Arisya tersenyum bangga. “Wah, ternyata keringat itu hebat! Arisya jadi tahu kenapa badan basah setelah bermain.”


---


Pesan Edukatif


• Keringat adalah tanda tubuh bekerja keras.

• Keringat membantu tubuh tetap dingin dan sehat.

• Jangan malu berkeringat, karena itu cara tubuh kita.

0/Post a Comment/Comments

Iklan