Memerangi Sampah








Oleh Tabrani Yunis

Pagi itu, Ayah menyalakan radio di mobil saat mengantar Nayla dan Aqila ke sekolah. Dari radio terdengar suara penyiar yang bersemangat:

“Mari kita bersama-sama memerangi sampah, karena sampah adalah musuh kita bersama!”


Nayla yang duduk di depan langsung terkejut.

“Wah, Ayah! Kenapa masalah sampah harus diumumkan dengan suara lantang sekali? Bukankah sampah bisa diatasi oleh semua orang, bukan hanya oleh pemimpin besar?” tanyanya penasaran.


Ayah tersenyum dan menjawab,

“Betul, Nak. Kalau sudah ada seruan besar seperti itu, artinya sampah memang masalah serius. Sampah bukan hanya urusan satu orang, tapi urusan kita semua. Ayah, ibu, guru, murid, bahkan teman-teman di rumah. Semua harus ikut berperang melawan sampah.”


Aqila yang duduk di belakang ikut menimpali,

“Benar, Ayah! Kalau setiap orang mau bekerja sama, pasti sampah bisa diatasi. Misalnya, kita mulai dari rumah dengan memilah sampah: plastik, kertas, dan sisa makanan. Lalu pemerintah daerah menyediakan tempat khusus untuk menampungnya. Kalau semua mau belajar, pasti mudah!”


Ayah mengangguk bangga.

“Kamu pintar sekali, Aqila. Memang begitu caranya. Sampah bisa jadi berkah kalau dikelola dengan baik. Sisa makanan bisa jadi pupuk untuk tanaman. Botol plastik bisa didaur ulang jadi barang baru. Bahkan kertas bekas bisa dipakai kembali untuk kerajinan.”


Nayla tersenyum, matanya berbinar.

“Jadi sebenarnya, perang melawan sampah bukan dengan teriak-teriak, tapi dengan aksi nyata. Kalau kita rajin, kita bisa membuat lingkungan jadi bersih dan indah.”


Ayah menambahkan,

“Betul sekali. Dan jangan lupa, anak-anak juga bisa jadi pahlawan lingkungan. Caranya sederhana: jangan buang sampah sembarangan, ajak teman-teman untuk peduli, dan beri contoh yang baik.”


Tak terasa, mobil sudah sampai di depan sekolah. Nayla pun turun sambil berkata,

“Aku akan mulai dari sekolah, Ayah. Aku ingin mengajak teman-teman membuat gerakan kecil: Sekolah Bebas Sampah!”


Aqila ikut bersorak,

“Dan aku akan membuat poster tentang memilah sampah di rumah!”


Ayah tersenyum bangga.

“Hebat! Kalian berdua sudah siap jadi pahlawan lingkungan. Ingat, memerangi sampah bukan hanya tugas orang besar, tapi tugas kita semua.”


---


Pesan Moral:


• Sampah adalah tanggung jawab bersama.

• Anak-anak bisa jadi pahlawan lingkungan dengan langkah kecil: memilah, mendaur ulang, dan tidak membuang sampah sembarangan.

• Kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat membuat lingkungan menjadi bersih dan sehat.


0/Post a Comment/Comments

Iklan