Arisya Belajar Tentang Pintar dan Cerdas

 



Oleh Tabrani Yunis


Di sebuah kamar mungil berukuran 4x4 meter, Arisya duduk di meja belajar putihnya. Lampu belajar menyala terang, menemani pagi yang penuh semangat. Hari ini ia sibuk membaca buku baru yang dibelikan ayah dari POTRET Gallery.


Buku itu menjelaskan sesuatu yang membuat Arisya penasaran: apa bedanya pintar dan cerdas?


Arisya membuka kamus bahasa Indonesia. Ia menemukan bahwa pintar biasanya berarti cepat memahami pelajaran, jago berhitung, atau mahir dalam keterampilan tertentu. Sedangkan cerdas lebih luas: bukan hanya tahu banyak hal, tapi juga bisa menggunakannya dengan bijak, termasuk dalam bergaul, beradaptasi, dan mengendalikan diri.


Arisya mengernyit. “Hmm… jadi kapan kita bilang seseorang pintar, dan kapan kita bilang ia cerdas?” pikirnya.


Dengan penuh rasa ingin tahu, ia berlari ke kebun belakang rumah. Ayahnya sedang sibuk membersihkan daun-daun kering.


“Ayah!” seru Arisya riang. “Aku mau tes ayah. Apakah ayah termasuk orang pintar dan cerdas?”


Ayah tersenyum mendengar tantangan itu. “Baiklah, anakku sayang. Apa yang ingin kamu tanyakan?”


Arisya bertanya dengan mata berbinar:

“Kalau ayah memang pintar dan cerdas, apa yang biasanya dilakukan oleh orang pintar dan cerdas?”


Ayah tertawa kecil, lalu menjawab dengan penuh kasih:

“Orang pintar dan cerdas itu rajin belajar dan selalu haus pengetahuan. Mereka suka bertanya hal-hal kritis, tidak puas dengan jawaban yang dangkal. Mereka cepat beradaptasi dengan perubahan, mau mendengarkan orang lain, dan yang paling penting… mereka bisa mengendalikan emosi, tidak mudah marah atau tersinggung.”


Arisya mengangguk kagum.


Ayah melanjutkan dengan balik bertanya:

“Sekarang giliran ayah bertanya. Menurutmu, apa yang membuat seseorang bisa menjadi pintar dan cerdas?”


Arisya terdiam. “Wah… itu sulit sekali, Ayah.”


Ayah pun menjelaskan dengan sabar:

“Lingkungan belajar yang baik sejak kecil, rasa ingin tahu yang tinggi, kebiasaan membaca, pengalaman hidup—bahkan kegagalan—semua itu membuat seseorang tumbuh pintar dan cerdas. Mereka juga terbuka pada ide baru dan selalu mau belajar dari siapa saja.”


Arisya semakin bersemangat. Ayah menambahkan:

“Orang pintar dan cerdas punya banyak kelebihan. Mereka bisa memecahkan masalah dengan kreatif, rendah hati karena sadar ilmunya terbatas, peka terhadap orang lain, dan mampu mengelola stres dengan baik.”


Arisya tersenyum bangga. “Aku faham, Ayah. Jadi pintar dan cerdas itu bukan hanya soal nilai tinggi, tapi juga soal hati dan sikap.”


Ayah mengusap kepala Arisya dengan lembut.

“Betul sekali, nak. Dan kamu sudah menunjukkan tanda-tanda itu. Kamu anak yang pintar sekaligus cerdas.”


Nah, “Menurutmu, lebih penting mana: pintar di sekolah atau cerdas dalam kehidupan sehari-hari?”



✨ Pesan Moral


Menjadi pintar itu penting, tapi menjadi cerdas jauh lebih berharga. Pintar membuat kita tahu banyak hal, sedangkan cerdas membuat kita bijak dalam menggunakan pengetahuan.







---

0/Post a Comment/Comments

Iklan