SEKOLAH DALAM KENANGAN




Oleh Delia Rawanita

Hari itu aku dan teman-teman sekelas   berkumpul  di lapangan sekolah, setelah jam pelajaran selesai.  Kebetulan kelas kami mendapat giliran menjadi petugas upacara. Kali ini  langsung  dilatih oleh bu Ani guru olah raga. Semua kami berharap agar  upacara bendera acara hari Senin dapat dilaksanakan  dengan tertib dan  sempurna.

Selesai latihan, tiba-tiba langit mendung dan menjadi gelap. Hujan turun lebat dan sangat deras. Aku dan teman-teman berlari ke dalam kelas untuk berlindung. Memang, dalam beberapa hari ini  hujan turun di gunung, ditandai dengan air di kali keruh dan penuh. 

Ibu Ani  terlihat datang dengan tergesa dan meminta agar kami semua  mengikuti beliau.

"Anak-anak, di kampung kita sedang dilanda banjir bandang " katanya. 
Kami yang mendengar  mulai panik. Dengan sigap bu Ani mulai menghubungi orang tua karena akan membawa 
 kami untuk mengungsi ke gedung tinggi di seberang sekolah.

Sampai di pekarangan kami sangat  terkejut, ternyata banjir sudah memenuhi ruas jalan,  sebentar lagi air akan naik mencapai pinggang. 
" Hayo, semua focus dan saling berpegangan" perintah bu Ani. 

Sambil  berpegangan tangan kami berusaha melawan arus air yang deras  menuju  ke gedung,  tempat yang lebih tinggi dan aman.

Alhamdulillah akhirnya  kami selamat  dan dikumpulkan  di aula  menunggu orangtua. Sementara itu dari televisi  di kantor , kami melihat musibah  akibat banjir di daerah lain begitu menyedihkan. Rumah di kampung  kami juga ikut tenggelam, orang orang menyelamatkan diri di atas atap rumah , mobil hanyut, kayu berserakan entah dari mana asalnya. 

Sekarang, lebih sebulan  berlalu, kami masih tinggal di tenda. Di sini   sebahagian dari  kami kadang berkumpul sambil bercerita tentang upacara yang tidak jadi,  rumah sekolah  yang hilang dibawa banjir bandang dan kawan yang lain entah dimana

" Semoga Pemerintah segera  membangun sekolah kita kembali" kata Riza
" Ya,  dilengkapi  ruang perpustakaan, UKS, mushalla, kantin, toilet yang memadai lebih kuat dan lebih indah dari sebelumnya" Sahut Rara
menggantung harap

 "Kawan kawan , jangan pernah lupa kenangan tentang sekolah  dulu, ya"  Karena kita akan kembali dan  membuat kenangan baru yang lebih indah" kata Riza lagi
"Aamiin" 

Banda Aceh, 4 Jan '26

0/Post a Comment/Comments

Iklan