Oleh Delia Rawanita
Rumah terlihat ramai , semua berkumpul. Ada Ayah , Bunda, kakak, abang , adik serta aku. Berisik dengan canda tawa sekeluarga, maklum hari ini libur Tahun Baru.
Minggu lalu Walikota sudah mengumumkan bahwa tidak ada konvoi kenderaan di jalan sambil meniup terompet , pesta pantai, konser musik untuk perayaan Tahun Baru kali ini.
Padahal beberapa tahun yang lalu, perayaan diadakan di bunderan kota . Tua muda muda berkumpul menyaksikan pesta kembang api, dilanjutkan dengan keramaian di tanah lapang. Seru.
" Bang, kok kita nggak ikut bakar kembang api, kayak di TV" tanya Abiyu adikku
" Nggak boleh, sama dengan bakar duit" sahut bang Rida
" Dek, kita kan daerah Syariat Islam, jadi harus ikut peraturan" sahut kak Elsa
" Jadi gimana juga cara kita merayakan Tahun Baru" Abiyu heran
Bunda yang dari tadi diam menyimak jadi geleng kepala.
" Nih ada bahan kolak, ayok semua bantu Bunda, kita rayakan dengan masak kolak" jawab Bunda menggoda
" Jangan lupa banyak berbuat baik, berdo'a , mumpung masih bulan Rajab , bulan suci dalam Agama Islam " kata Ayah mengingatkan.
" Ya, Ayah " sahut kami serentak
Banda Aceh, 1 Januari ' 26

Posting Komentar