Malas Membaca, Berujung Malu



Oleh Tabrani Yunis

Di sebuah kampung kecil yang dikelilingi sawah dan bukit hijau, hiduplah seorang anak bernama Andika. Ia baru saja lulus dari Sekolah Dasar. Tapi, bukan karena nilainya bagus, lho. Ia lulus karena gurunya merasa kasihan.

Andika sebenarnya anak yang ceria. Ia suka bermain layang-layang, memanjat pohon, dan tertawa bersama teman-temannya. Tapi ada satu hal yang tidak ia sukai: membaca.

Setiap kali Bu Guru menyuruh membaca buku cerita atau pelajaran, Andika selalu mengeluh, “Ah, bosan, Bu! Mending main saja!” Ia lebih senang bermain gim di HP kakaknya daripada membuka buku. Akibatnya, Andika belum bisa membaca dengan lancar, bahkan menghitung pun masih sering salah.

Ketika pengumuman kelulusan tiba, semua teman Andika bersorak gembira. Mereka sudah bersiap masuk SMP. Tapi Andika hanya menunduk. Ia tahu, ia belum bisa membaca. Dan di SMP nanti, semua murid harus sudah bisa membaca.

“Bagaimana ini, Bu?” tanya Ibu Andika kepada kepala sekolah. “Kami ingin Andika lanjut sekolah, tapi dia belum bisa membaca.”

Kepala sekolah mengangguk pelan. “Syarat masuk SMP memang harus bisa membaca. Kalau tidak, nanti Andika akan kesulitan mengikuti pelajaran.”

Andika mendengar percakapan itu. Wajahnya memerah. Ia merasa malu. Teman-temannya sudah sibuk membeli seragam baru, sementara ia bingung harus bagaimana.

Malam itu, Andika duduk di beranda rumah. Ia memandangi langit penuh bintang. Di dalam hatinya, ia merasa sedih. “Andai saja dulu aku rajin membaca,” gumamnya.

Keesokan harinya, Andika mendatangi Bu Guru di sekolah. “Bu, bolehkah saya belajar membaca lagi di sekolah?” tanyanya pelan.

Bu Guru tersenyum lebar. “Tentu boleh, Andika. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.”

Sejak hari itu, Andika datang ke sekolah setiap pagi. Ia belajar mengeja, membaca cerita pendek, dan berhitung. Ia juga mulai mengurangi waktu bermain HP. Ia bahkan mulai membaca buku cerita sebelum tidur.

Beberapa bulan kemudian, Andika sudah bisa membaca dengan lancar. Ia pun diterima di SMP!

Kini, Andika menjadi anak yang rajin belajar. Ia sering membantu teman-temannya membaca dan mengingatkan mereka, “Jangan malas belajar, ya. Dulu aku hampir tidak bisa sekolah karena malas membaca.”

---

Pesan Cerita:

📚 Membaca adalah jendela dunia. Jika kita malas membaca, kita bisa tertinggal dan kehilangan banyak kesempatan. Tapi jika kita mau berubah dan belajar, tidak ada yang mustahil 

0/Post a Comment/Comments

Iklan