Arisya dan Misteri Otak yang Membusuk


 


Oleh Tabrani Yunis


Pagi masih gelap. Embun menari di atas daun-daun, dan udara terasa sejuk menyapa. Di dalam rumah kecil yang hangat, Arisya baru saja selesai salat subuh. Ia duduk di dekat jendela dengan buku bacaan di tangan.


“Wah, menarik sekali!” gumam Arisya sambil membaca artikel berjudul Pembusukan Otak.


Tak lama kemudian, aroma nasi goreng buatan Bunda menguar dari dapur. Arisya pun bergabung sarapan bersama Ayah, Bunda, dan kedua kakaknya, Nayla dan Aqila.


“Pagi ini Arisya baca artikel keren banget, lho!” seru Arisya sambil menyendok nasi goreng. “Tentang brain rot. Ayah tahu nggak, apa itu brain rot?”


Ayah mengernyit. “Hmm, belum pernah dengar. Apa itu, Nak?”


Nayla dan Aqila juga saling pandang dan menggeleng. “Kakak juga nggak tahu,” kata Nayla.


Arisya tersenyum. “Brain rot itu bahasa Inggris. Artinya pembusukan otak.”


Aqila terkejut. “Hah? Otak bisa busuk? Serem banget!”


Arisya tertawa kecil. “Tenang, bukan busuk kayak makanan basi, kok. Tapi maksudnya, otak kita jadi lemah karena terlalu sering lihat konten yang nggak bergizi.”


“Konten nggak bergizi?” tanya Nayla penasaran.


“Iya,” jawab Arisya. “Misalnya kita terlalu sering nonton video pendek yang lucu-lucu, tapi nggak bikin kita mikir. Atau kalau kita main gadget terus, sampai lupa baca buku, ngobrol, atau berpikir sendiri. Lama-lama, otak kita jadi malas bekerja. Semua kita serahkan ke Google atau AI.”


“Wah, jadi kayak robot dong?” kata Aqila.


“Betul!” Arisya mengangguk. “Kalau dibiarkan, bisa bikin kita susah fokus, gampang cemas, bahkan jadi malas belajar.”


Ayah mengangguk-angguk. “Lalu, apa penyebabnya, Arisya?”


Arisya pun menjelaskan dengan semangat:


• “Pertama, karena kecanduan media sosial. Kita terlalu sering scrolling TikTok atau Instagram.”

• “Kedua, karena kontennya dangkal dan berulang-ulang. Otak kita nggak diajak mikir.”

• “Ketiga, kita jarang membaca atau berdiskusi.”

• “Dan keempat, kita suka pindah-pindah aplikasi tanpa fokus. Itu bikin otak lelah.”



“Wah, kamu hebat sekali, Arisya,” puji Bunda. “Lalu, bagaimana cara mencegahnya?”


Arisya tersenyum lebar. “Ada banyak cara, Bun! Nih, dengar ya…”


Tips Arisya Melawan Brain Rot


Strategi Penjelasan

Detoks digital.

Libur main gadget sehari dalam seminggu.

Batasi waktu layar. Pakai alarm atau fitur screen time.

Konten berkualitas.

Ganti video pendek dengan buku cerita atau podcast anak.

Aktivitas seru. Main di luar, olahraga, atau ngobrol bareng teman.

Latih fokus.  Coba meditasi ringan atau menulis jurnal harian.

Tidur cukup. Jangan begadang, biar otak segar kembali.



“Kalau kita lakukan itu semua, otak kita akan sehat dan kuat lagi!” kata Arisya sambil mengangkat jempol.


Nayla dan Aqila pun bertepuk tangan. “Arisya keren banget! Mulai hari ini, kita kurangi main gadget, yuk!”


Ayah dan Bunda tersenyum bangga. “Keluarga kita siap melawan brain rot!”


Dan pagi itu, bukan hanya nasi goreng yang menghangatkan hati, tapi juga semangat baru untuk menjaga otak tetap cerdas dan sehat.


---

0/Post a Comment/Comments

Iklan