Arisya dan Gulir Tak Berujung

 



Oleh  Tabrani Yunis 

Adaptasi untuk anak oleh Copilot


Siang itu, matahari bersinar terang di atas langit. Arisya pulang dari sekolah dengan langkah cepat. Perutnya keroncongan karena tadi ia tidak sempat jajan di kantin. Sesampainya di rumah, ia langsung menuju meja makan.


“Ibu, makan siangnya wangi sekali!” seru Arisya sambil duduk dan membuka tutup nasi.


Sambil makan, Arisya mengambil buku baru yang dipesan ayah dari POTRET Gallery. Ia suka membaca buku sambil makan, apalagi buku itu berisi cerita dan artikel menarik.


Saat membalik halaman demi halaman, matanya tertumbuk pada judul yang membuat alisnya naik: “Doom Scrolling”.


“Doom… scrolling?” gumamnya pelan. “Apa itu ya?”


Rasa penasarannya langsung muncul. Ia membaca dengan saksama. Ternyata, doom scrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir layar ponsel untuk membaca berita buruk atau hal-hal negatif, terutama di media sosial.


“Wah, jadi itu seperti saat aku terus melihat berita sedih atau video yang bikin takut, padahal sudah malam,” pikir Arisya.


Ia membaca lebih lanjut. Doom scrolling bisa membuat orang cemas, sedih, bahkan sulit tidur. Banyak orang melakukannya karena ingin tahu kabar terbaru, tapi malah jadi stres karena terlalu banyak informasi buruk.


“Kalau begitu, doom scrolling itu seperti terjebak di lorong gelap yang tak berujung,” kata Arisya dalam hati.


Lalu ia bertanya pada dirinya sendiri, “Kalau itu berbahaya, bagaimana cara keluar dari kebiasaan itu?”


Arisya pun menemukan beberapa tips di buku itu:


🌟 Tips Arisya Menghindari Doom Scrolling:


• ⏰ Buat batas waktu: Maksimal 30 menit saja untuk main media sosial.

• 📱 Gunakan aplikasi pengingat waktu layar, seperti Forest atau Digital Wellbeing.

• 🌼 Ikuti akun yang positif dan inspiratif, bukan yang bikin takut atau marah.

• 📚 Ganti kebiasaan menggulir dengan kegiatan seru, seperti membaca, menggambar, atau bermain di luar.

• 🧘‍♀️ Latih kesadaran diri, misalnya dengan menulis jurnal atau bernapas tenang saat merasa gelisah.



Arisya tersenyum. Ia merasa senang karena sudah belajar sesuatu yang penting hari ini.


“Mulai sekarang, aku mau jadi anak yang bijak menggunakan gawai. Aku nggak mau terjebak di gulir tak berujung!” katanya mantap.


Dan sejak hari itu, Arisya mulai mengatur waktunya dengan lebih baik. Ia tetap bermain ponsel, tapi tidak lupa membaca buku, bermain dengan teman, dan membantu ibu di rumah.


---


Pesan cerita:

Doom scrolling bisa membuat kita sedih dan lelah. Yuk, jadi anak cerdas digital! Gunakan gawai dengan bijak, dan jangan lupa istirahat dari layar.


0/Post a Comment/Comments

Iklan