NASI KOTAK BUAT MAK



Oleh Delia Rawanita 

Hari ini hujan mulai reda, banjirpun mulai surut. Namun air  lumpur yang sempat  merendami tubuh begitu lama menimbulkan penyakit. Mereka  terpaksa bertahan di dalam rumah yang penuh air karena  takut  terseret air yang begitu deras. Syukurlah mereka selamat, namun ternyata akibat dari kejadian itu kulit terasa  gatal karena jamur  dan bakteri pun datang. 

Hari sudah siang , Mak masih menunggu seseorang  mana tahu ada yang datang mengantar nasi buat mereka.   Kabarnya di seberang  jalan sudah berdiri  posko buat dapur umum. Mak ingin ke sana,  barangkali ada sedikit makanan karena  sudah tiga hari mereka cuma makan mie instan, itupun cuma sebungkus. Hati Mak iba melihat anak nya belum masuk  sebutir nasi pun. 

" Gam, Mak tak bisa ke posko barangkali ada nasi  di sana" kata Mak pelan

" Kenapa, Mak sakit" jawab Agam 

" Mak kena cacar, nanti menular sama yang lain"  Mak menjelaskan.

" Biar Agam aja yang ambil, Mak"  sahutnya yakin

Sebenarnya Mak tidak tega melihat Agam yang masih berusia 5 tahun itu berjalan sendiri mencari  bantuan apalagi jalan masih basah dan berlumpur. 

" Ah, Paling tidak  perut Agam  terisi dan tidak lapar" Mak membatin 

Kaki kecil itu melangkah tanpa menoleh ke belakang. Rasa lapar yang mendera selama ini membuatnya bersemangat mencari bantuan. Dari jauh Agam melihat ada tenda dan  kerumunan orang. Dia mencoba mendekat.

" Sini dek, sudah makan" sapa relawan. Agam menggeleng pelan , ditatapnya nasi kotak  yang di sodorkan kepadanya.

" Ayo, dimakan ya" 

" Boleh saya bawa pulang, buat Mamak " katanya terbata bata antara malu dan takut ditolak

" Mamak kamu dimana " tanya mereka

" Sakit cacar, kata Mamak  nanti  menular" jawab Agam lugu. Seketika para relawan yang baik hati itu menambah 2 kotak lagi. 

" Alhamdulillah, terima kasih ya bang"    tanpa menunggu lagi, dia berlari pulang. Agam yakin Mak  sedang menunggu di rumah. 

" Maak, ada Nasi kotak buat mamak" teriak Agam bahagia.


B. Aceh, 26 12 25

0/Post a Comment/Comments

Iklan