Oleh Anton Sucipto, SP
Suatu pagi, bel sekolah berbunyi nyaring. Semua siswa segera masuk ke kelas. Tapi di taman sekolah, Putu masih duduk sambil mengikat tali sepatunya.
Sepatu Putu sudah sangat usang. Ujungnya terbuka, warnanya pudar, dan talinya hampir putus. Putu hanya menarik napas pelan, lalu berdiri dan berjalan ke kelas.
Putu adalah anak yang pintar dan rajin. Ia selalu duduk di depan dan memperhatikan pelajaran dengan serius. Ia juga suka membantu teman-temannya.
Salah satu temannya adalah Bondan. Bondan anak yang ramah, tapi kadang kesulitan belajar.
“Putu, bantu aku belajar, ya. Aku belum paham,” kata Bondan suatu hari.
“Baik,” jawab Putu sambil tersenyum.
Putu menjelaskan dengan sabar. Bondan jadi lebih mengerti. Tapi saat itu, Bondan melihat sepatu Putu.
Sepatu itu terlihat rusak dan sudah lama dipakai.
“Sepatumu kenapa, Putu?” tanya Bondan.
“Tidak apa-apa. Nanti dijahit lagi,” jawab Putu santai.
Bondan merasa kasihan. Ia tahu Putu hidup sederhana. Ibunya bekerja keras, dan Putu sering membantu di rumah.
Sejak hari itu, Bondan punya niat baik. Ia ingin membantu Putu.
Bondan mulai menabung. Uang jajannya tidak ia habiskan. Ia simpan sedikit demi sedikit.
Kadang Bondan ingin jajan seperti biasa, tapi ia ingat Putu. Ia tetap menabung.
Setelah beberapa waktu, uang Bondan akhirnya cukup. Ia pergi membeli sepatu hitam baru.
Keesokan harinya, Bondan datang lebih awal.
“Putu, ini untukmu,” kata Bondan sambil memberikan kotak.
Putu kaget. “Apa ini?”
“Buka saja,” kata Bondan.
Saat dibuka, ternyata itu sepatu baru.
“Aku tidak bisa menerimanya,” kata Putu pelan.
“Bisa. Ini dari uang tabunganku. Aku ingin kamu punya sepatu yang bagus,” jawab Bondan.
Putu terharu. Matanya berkaca-kaca.
“Terima kasih, Bondan,” katanya.
Hari itu, Putu memakai sepatu baru. Ia terlihat lebih percaya diri.
Bondan juga merasa senang. Ia belajar bahwa membantu orang lain itu membuat hati bahagia.
Mereka tetap bersahabat dan saling membantu. Kita harus rajin dan tidak mudah mengeluh, dan untuk peduli dan suka berbagi. Kita tidak harus kaya untuk membantu orang lain.
Penulis Anton Sucipto SP.
Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Posting Komentar