![]() |
| Ilustrasi by AI |
Delia Rawanita
" Bunda, lihat tabungan adek sudah penuh" kata Azwa memperlihatkan tumpukan uang 5000, 10.000.
Beberapa ada yang 50.000. Sepertinya lumayan banyak.
"Alhamdulillah, memangnya nanti mau dipakai buat apa" tanya Bunda
" Qurban" jawab Azwa
Memang beberapa bulan ini adikku Azwa, ingin sekali ikut qurban di sekolah. Kadang dia lebih memilih untuk membawa bekal daripada jajan di sekolah. Semuanya dimasukkan ke dalam celengan. Ditambah lagi uang pemberian sanak saudara ketika lebaran Idul Fitri yang lalu.
Ini membuat Azwa yakin hasil tabungannya bisa digunakan untuk membeli seekor kambing. Kebiasaan baik ini juga kulakukan setiap tahunnya.
"Pukul 9.00 pagi kita berangkat ke rumah Abuwa Bahrum" Ayah mengingatkan.
" Dek Azwa ikut kita, kan"
" Semua boleh ikut" jawaban Ayah bersemangat
Sekitar 40 menit perjalanan ke Samahani. Di sana kami disambut oleh sahabat ayah lalu diajak berkeliling melihat hewan yang cocok. Kali ini Ayah membeli 2 ekor
untuk Aku dan Azwa adikku, sedangkan Ayah ikut arisan sapi Qurban di kampung kami.
" Semua kambing di sini, umurnya sudah di atas satu tahun" Abuwa menjelaskan
" Yah, ini kambingnya bagus , tidak cacat dan tanduknya sempurna" .
Adikku menunjuk seekor yang berbulu hitam berkilat.
" Kok Azwa tahu" goda Ayah
" Kan, diajarkan guru agama di sekolah" sahutnya pasti.
Serentak kami memeluk Azwa dengan bangga. Adik kecilku yang ikhlas menabung dan berbagi rezeki qurban di sekolahnya.
" Bunda, uang tabungan Azwa cukup kan" bisiknya perlahan
" Insya Allah, nanti kalo kurang Bunda tambah bolehkan?" sahut Bunda penuh kasih sayang.
" Hari ini juga, langsung kita antar ke sekolah " kata Ayah
" Alhamdulillah" sahut kami serentak.
B.Aceh, 280526

Posting Komentar