Permen Berbahaya

Ilustrasi AI



Oleh Tabrani Yunis 


Di sebuah desa kecil, di pinggir hutan, hiduplah seorang anak bernama Rafi. Ia suka olahraga dan tergolong pintar bermain bola. Ia juga bercita-cita menjadi pemain nasional ketika besar nanti.


Suatu hari,  saat ingin ikut bermain, Rafi melihat beberapa remaja di lapangan yang menawarkan permen berwarna aneh. Ia menolak tawaran permen itu, tapi teman-temannya terus menggoda dengan berkata, “Kalau kamu makan permen ini, kamu akan kuat dan tidak cepat lelah.”


Rafi hampir tergoda, tetapi ia teringat pesan guru di sekolah dengan iming iming bisa kuat dan tidak cepat lelah saat bermain bola atau saat olahraga. Ia bergumam, sambil mengingat sebuah peristiwa permen narkoba yang sempat dikonsumsi oleh anak-anak di sebuah daerah. Ia sadar, itu adalah narkoba.


“Narkoba itu berbahaya. Ia merusak tubuh, pikiran, dan masa depan bangsa.”


Rafi pun bertanya kepada ayahnya. Ayah menjelaskan dengan sabar:


• Bagi individu, narkoba merusak otak, membuat orang sakit, bahkan bisa menyebabkan kematian.

• Bagi bangsa, narkoba melemahkan generasi muda, menambah kriminalitas, dan membuat negara kehilangan tenaga kerja yang sehat.


Rafi terdiam. Ia sadar bahwa jika ia ikut-ikutan, cita-citanya akan hancur. Ia berkata dengan tegas:


“Aku tidak mau! Aku ingin sehat, belajar giat, dan membanggakan bangsa.”


Teman-temannya yang mendengar cerita Rafi ikut bersemangat. Mereka berjanji untuk menolak permen yang mengandung narkoba dan menjaga desa mereka tetap aman.


---


✨ Pesan cerita 


• Narkoba merusak tubuh dan pikiran.

• Generasi muda harus berani berkata “Tidak untuk narkoba!”

• Menjaga diri berarti menjaga masa depan bangsa.



0/Post a Comment/Comments

Iklan