Toilet Horor Angker



Oleh: Saidatul Nafisa Ilham


Dahulu kala, di sebuah sudut kampung yang asri, tinggallah seorang gadis kecil berparas cantik bernama Kirana. Namun, itu adalah cerita lama. 


Seiring berjalannya waktu, satu per satu penduduk kampung itu memutuskan untuk pindah ke kota besar, meninggalkan rumah-rumah mereka yang kini sunyi, lapuk, dan terbengkalai. Kampung yang dulunya ramai, kini berubah menjadi deretan bangunan bisu yang tampak misterius di bawah bayang-bayang pohon tua.


Karena alasan ekonomi dan tuntutan pekerjaan, keluarga Kirana terpaksa harus pindah ke sebuah rumah di ujung kampung tersebut. Ayah Kirana baru saja membeli sebuah rumah tua dengan harga yang sangat murah. Meski tampak usang dan sedikit menyeramkan, mereka tidak punya banyak pilihan karena posisi rumah itu sangat dekat dengan tempat kerja Ayah.


“Sudah lama sekali rumah ini tidak berpenghuni, Nak. Tapi lokasinya paling strategis untuk Ayah bekerja,” ujar Ayah saat mereka pertama kali menginjakkan kaki di halaman rumah yang ditumbuhi semak belukar.


Kirana memandang bangunan tua itu dengan perasaan ragu. Dinding-dindingnya yang mulai retak dan tanaman liar yang merambat di pagar seolah memberikan peringatan tak kasatmata. Saat melangkah masuk, udara di dalam rumah terasa dingin dan lembap, seolah ada sesuatu yang sedang mengawasi mereka dari balik kegelapan lorong.


Keanehan mulai terasa nyata saat malam pertama mereka menginap. Rumah itu seolah punya "suara" sendiri. Angin malam yang masuk melalui celah jendela tua menimbulkan bunyi siulan yang panjang. Saat Kirana hendak mencuci muka sebelum tidur, ia harus melewati lorong panjang yang gelap menuju toilet di bagian paling belakang rumah.


*Kriieeet...* pintu kayu toilet itu terbuka dengan suara mendecit yang memilukan.


Saat Kirana menyalakan lampu yang redup dan berkedip-kedip, ia terperanjat. Toilet itu sangat kotor. Lantainya berlumut hitam, dindingnya lembap, dan udaranya berbau pengap yang menyesakkan dada. Tiba-tiba, tanpa disentuh siapa pun, keran air terbuka sendiri. 

*Tes... tes... tes...* 

Air yang keluar berwarna keruh kehitaman, seolah bercampur dengan debu berabad-abad.


Bulu kuduk Kirana berdiri sempurna. Di depan cermin tua yang buram, ia merasa melihat bayangan hitam melintas cepat di belakang punggungnya.


"Siapa di sana?" bisik Kirana dengan suara bergetar.


Bukannya jawaban yang ia dapat, melainkan bisikan parau yang terdengar seperti gesekan amplas dari arah bak mandi yang gelap.

 *"Bersihkan... tempat ini... panas..."*


Kirana tak sanggup lagi menahan rasa takutnya. Ia lari tunggang-langgang menuju kamar orang tuanya dengan napas tersengal-sengal. Sambil menangis, ia menceritakan kejadian mengerikan itu. Sang Ayah terdiam sejenak, lalu tersenyum bijak sambil mengusap kepala Kirana untuk menenangkannya.


"Kirana, makhluk halus atau gangguan semacam itu terkadang muncul karena tempat yang kita tinggali kotor dan tidak terawat. Mereka menyukai kegelapan, kelembapan, dan aroma yang tidak sedap. Rumah ini sudah terlalu lama ditinggalkan, jadi wajar jika suasananya terasa 'berat' dan tidak nyaman," jelas Ayah dengan tenang.


Esok paginya, alih-alih terus merasa takut, Kirana justru merasa tertantang. Dengan bimbingan Ayahnya, ia membawa ember, sikat, sabun pembersih yang harum, dan pewangi ruangan. Kirana mulai menyikat setiap sudut toilet yang berlumut. Ia membersihkan bak mandi hingga jernih dan mengganti lampu redup itu dengan lampu yang jauh lebih terang.


Sambil bekerja, Kirana tidak lupa membaca doa dan berdzikir di dalam hatinya. Ia sadar bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan melakukan hal yang benar meskipun rasa takut itu ada.


Setelah toilet itu bersih mengkilap, harum, dan terang benderang, keajaiban terjadi. Hawa dingin yang mencekam itu perlahan menghilang. Tidak ada lagi bisikan parau, tidak ada lagi bayangan hitam di cermin, dan tidak ada lagi air keruh yang menetes. Toilet itu kini terasa segar dan normal seperti toilet pada umumnya.


Pesan untuk Teman-Teman Pembaca:

Dari pengalaman Kirana ini, kita bisa memetik pelajaran penting:

 1. Jagalah Kebersihan: Kebersihan adalah sebagian dari iman. Makhluk halus dan aura negatif menyukai tempat yang kotor dan gelap. Jika kita rajin membersihkan rumah dan toilet, suasana akan menjadi terang dan sehat, sehingga rasa takut pun hilang.


 2. Lawan Ketakutan dengan Aksi: Jangan membiarkan rasa takut menguasai pikiran kita. Cara terbaik menghadapi ketakutan adalah dengan memperbaiki keadaan dan merawat lingkungan kita.


 3. Utamakan Doa: Di mana pun kita berada, terutama di tempat yang baru, jangan pernah lupa memohon perlindungan kepada Tuhan. Dengan doa dan kebersihan, rumah sesunyi apa pun akan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali.


BIODATA PENULIS

‌Nama Lengkap: Saidatul Nafisa Ilham

‌ *Tempat/Tgl Lahir: Ujung Batee, Pasie Raja, Aceh Selatan

‌ Sekolah: SDN Terbangan Cut, Pasie Raja, Aceh Selatan. (Kelas 2-4 di SD Masjid Lheu Aceh Besar) 

‌ Nama Orang Tua: Ilham Mirsal (Ayah) & Lisma Yanti (Ibu). 

‌ Hobi:Menulis Cerita Horor & Catatan Perjalanan

‌ Cita-cita: Penulis & Santriwati

 Karya: Kisah Rumah Angker*, *Toilet Horor Angker* dll...

0/Post a Comment/Comments

Iklan