Ilustrasi oleh AI
Oleh Tabrani Yunis
Ruang makan, malam ini teras lebih hangat dari biasanya. Kehangatan itu, bukan karena suhu udara yang panas akibat hembusan el Nino, tapi karena diskusi hangat yang melibatkan Ananda Nayla, Aqila Azalea dan Arisya Anum berlangsung sengit.
Nayla yang baru saja menonton berita di layar televisi memulai percakapan usai makan malam. Ananda Nayla menceritakan tentang ketua Ombudsman yang baru beberapa hari dilantik, sudah ditangkap oleh KPK. Ah, terlalu, lanjut Ananda Nayla.
Ya, lanjut Aqila Azalea. Tadi juga sempat nguping soal itu. Memang sangat mengherankan kita selama ini banyak sekali pejabat pemerintah yang diborgol oleh KPK. Rupanya di negeri kita banyak sekali maling ya kak? Tanya Aqila Azalea.
Ya benar. Tapi ini bukan sekelas maling sandal jepit atau maling ayam dek. Ini kasusnya besar-besar.
Lho, memangnya apa beda antara koruptor dengan Maling? Tanya Aqila Azalea lagi.
Ya, pasti beda dong dan juga ada kesamaan. Kesamaannya adalah kedua orang itu suka mengambil barang bukan miliknya.
Yang pertama bernama Si Maling. Ia suka mencuri ayam, sepeda, atau barang orang lain secara diam-diam.
Yang kedua bernama Si Koruptor. Ia bekerja di kantor desa, tapi diam-diam ia mengambil uang rakyat yang seharusnya dipakai untuk membangun jembatan dan sekolah.
Jadi kesamaannya, keduanya sama-sama pencuri. Sama-sama membuat orang lain dirugikan.Sama-sama melanggar aturan dan dosa.
Lalu bedanya lagi, Si Maling mencuri barang langsung dari rumah orang. Si Koruptor mencuri lewat jabatan, dengan cara menipu dan menyalahgunakan kepercayaan.
Kerugian dari maling biasanya kecil, tapi kerugian dari koruptor sangat besar karena uang rakyat yang seharusnya untuk banyak orang hilang.
Kita juga harus tahu dan ingat, jelas Ananda Nayla lagi. Koruptor itu lebih berbahaya karena dampaknya luas, merusak sistem pemerintahan, dan menghambat kesejahteraan rakyat.
Kalau maling? Tanya Aqila Azalea lagi. Ya,
maling lebih terlihat langsung sehingga mudah ditangkap dan dihukum, sementara koruptor sering bersembunyi di balik kekuasaan.
Namun secara dosa dan akhlak keduanya sama-sama dosa besar karena mengambil hak orang lain, tetapi korupsi sering dianggap lebih kejam karena dilakukan oleh orang yang seharusnya melindungi rakyat.
Tiba-tiba, Arisya yang sejak tadi hanya mendengar dan diam, berbicara dengan penuh percaya diri.
Arisya sering kali mendengar ucapan orang-orang di desa kita bahwa “ kalau maling mencuri ayam, kita bisa beli ayam lagi. Tapi kalau koruptor mencuri uang rakyat, sekolah kita tidak jadi dibangun, jalan tetap rusak, dan semua orang menderita.”
Kita harus akui bahwa korupsi lebih berbahaya daripada maling, tapi keduanya sama-sama salah dan tidak boleh ditiru. Ya kan, kak Ananda Nayla?
Benar dek. Kita tidak boleh mengikuti perilaku kedua orang itu. Jangan pernah mau mengambil harta orang lain sekecil apapun dengan mencuri. Juga kalau nanti kita besar dan menjadi pejabat di pemerintah, jagalah diri jangan pernah melakukan korupsi. Karena kedua perbuatan itu dilarang oleh agama dan negara.
Ya, Aqila Azalea setuju sekali dengan apa yang kak Ananda Nayla jelaskan. Kita juga harus mencegah bila ada kawan kita yang akan melakukan kedua tindakan itu. Kita harus menjadi orang baik yang tidak merugikan siapa-siapa, tutup Arisya.
Sekarang saatnya kita belajar, mengulang pelajaran dan menyiapkan semua peralatan sekolah untuk besok pagi ya. Ayo

Posting Komentar