Oleh Om Top
Sahabat Popon dan Nyanyak yang cerdas dan kritis, apa kabar hari ini? Semoga sahabat semua dalam keadaan sehat wal walafiat, serta selalu dalam lindungan Allah.
Hari ini Popon dan Nyanyak sangat senang dan beruntung. Tahu kenapa?
Hmmm, Popon dan Nyanyak punya sahabat baru yang juga jago menulis. Agar Popon dan Nyanyak bisa berbagi kebahagiaan dengan sahabat semua, Popon memperkenalkan sahabat baru itu.
Namanya, Saidatul Nafisa Ilham*, atau yang akrab disapa Nafisa.
Ia adalah seorang penulis cilik berbakat yang saat ini menempuh pendidikan di 'SD Negeri Terbangan Cut, Pasie Raja, Aceh Selatan'.
Ketertarikannya pada dunia literasi mulai tumbuh sejak ia duduk di kelas 3 SD, tepatnya saat ia masih menetap di sebuah rumah kos di Gampong Lamblang Manyang, Darul Imarah, Aceh Besar bersama Ayah dan Keluarganya.
Lahir sebagai anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan *Ilham Mirsal dan Lisma Yanti*, Nafisa memiliki pengalaman berpindah-pindah sekolah yang memperkaya sudut pandangnya. Ia pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri Masjid Lheu, Gampong Lagang, Aceh Besar dari kelas 2 hingga kelas 4, sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahiran ayahnya di Aceh Selatan setelah sang ayah menyelesaikan tugas kedinasan di Banda Aceh.
Bakat menulis Nafisa dipupuk melalui kebiasaan unik di keluarganya. Setiap kali melakukan perjalanan, sang ayah selalu mendorongnya untuk menuliskan kesan dan pesan dari apa yang ia lihat dan rasakan. Pengalaman empiris ini kemudian bersinergi dengan kegemarannya menonton film-film horor anak di televisi sejak usia TK hingga kelas awal SD. Perpaduan antara imajinasi mistis dan kemampuan narasi inilah yang melahirkan karya-karya cerpen horor yang mencekam namun sarat pesan moral.
Alumni *TK Nurul Fajri, Teupin Gajah* ini kini tengah bersiap menyelesaikan masa baktinya di kelas 6 SD. Langkah berikutnya dalam perjalanan menuntut ilmu akan ia tapaki di *SMP Dayah Perbatasan Minhajussalam, Kota Subulussalam*, di mana ia akan memulai pengabdiannya sebagai seorang santriwati. Baginya, menulis adalah cara abadi untuk merekam jejak perjalanan dan imajinasi.

Posting Komentar