Rakit Kayu Mengantar Kami Bersekolah

Ilustrasi menggunakan AI

Oleh Tabrani Yunis 

Di sebuah kampung kecil bernama Sawang, di Aceh Utara,  ada anak-anak yang sangat rajin belajar. Setiap pagi, mereka bangun lebih awal, membawa tas sekolah, dan bersemangat untuk pergi menuntut ilmu. Namun, perjalanan mereka tidak seperti anak-anak lain yang bisa berjalan di jalan biasa atau naik sepeda dengan gembira.

Sejak jembatan di kampung mereka hanyut terbawa banjir besar, di akhir November 2025, anak-anak Sawang harus menyeberangi sungai yang deras dengan rakit sederhana. Rakit itu terbuat dari papan kayu yang diletakkan di atas perahu karet. Setiap kali mereka naik, hati mereka berdebar-debar. Air sungai berputar kencang, rakit bergoyang, dan mereka harus berpegangan erat agar tidak jatuh.

Zuraini, seorang kakak kelas yang berusia 19 tahun, selalu berkata kepada teman-temannya,

“Jangan lepaskan tangan, ya. Kita harus saling menjaga supaya tidak terbawa arus.”

Kadang, kalau air sungai surut, mereka mencoba menyeberang dengan pelampung. Mereka berbaris, bergandengan tangan, dan melangkah pelan-pelan sambil berdoa agar bisa sampai ke seberang dengan selamat.

Perjalanan itu bukan hanya menakutkan, tetapi juga mahal. Setiap anak harus membayar ongkos rakit, padahal banyak keluarga mereka yang hidup sederhana. Ada yang harus mengurangi uang jajan, ada pula yang tidak bisa membeli buku baru karena uang habis untuk ongkos menyeberang.

Di jalan menuju sekolah, mereka juga sering jatuh karena jalanan rusak dan licin. Baju seragam mereka sering kotor oleh lumpur, lutut mereka kadang terluka, tetapi semangat belajar tidak pernah padam.

Malam hari, ketika hujan turun deras, anak-anak Sawang sering berdoa dalam hati:

“Ya Allah, semoga besok kami bisa sampai sekolah dengan selamat. Semoga ada jembatan baru, agar kami tidak perlu takut lagi.”

Mereka tahu, sekolah adalah harapan. Walau harus melawan derasnya arus sungai, mereka tetap berangkat. Karena bagi anak-anak Sawang, ilmu adalah cahaya yang akan menerangi masa depan mereka.



0/Post a Comment/Comments

Iklan