MIMO KELINCI YANG BAIK HATI


Ilustrasi oleh AI


Oleh Delia Rawanita


Mimo adalah ibu  kelinci liar yang baik hati. Tidak ada yang tahu bahwa  dia tinggal di semak  semak dekat kebun warga di pinggir kota. Bulunya berwarna  cokelat abu . Hal ini menguntungkan Mimo ketika pergi mencari makan karena tubuh Mimo tidak jelas terlihat mangsa apalagi  mirip dengan  warna tanah dan daun kering.

Biasanya Mimo keluar dari lubang tempat tinggalnya di saat suasana sepi. Semua itu dilakukan agar dirinya aman, apalagi  manusia belum  mulai pergi ke kebun.

Pagi ini hujan masih menyisakan rintik , tanah menjadi becek dan berair. Dengan hati hati Mimo menyelinap di antara pohon sayur milik pak Tani.  Hidungnya mulai bergerak mencium aroma daun kangkung muda.

" Hmm..sayuran segar ini kesukaan Mimo dan anak anak" gumamnya. 

Walaupun begitu Mimo tidak rakus melahap semua isi kebun karena pemiliknya akan curiga lalu memasang jebakan. Bahaya.

Karena asik melahap sayur mayur tumbuh begitu subur, tidak terasa  hujan turun  semakin  deras. Ups, dengan lincah Mimo melompat ke bawah rumpun pisang untuk berteduh. Mimo tidak ingin bulunya yang lebat menjadi basah. 

Sambil menunggu hujan reda, Mimo melihat anak ayam terjebak di selokan kecil dan tidak  bisa naik karena licin. Induk ayamnya ribut berlari ke sana ke mari mencari pertolongan dengan mengepakkan sayap. Merasa kasihan,  Mimo lalu   ikut membantu dengan turun ke selokan. Secara  perlahan didorongnya anak ayam dengan menggunakan hidungnya agar anak ayam lari ke tempat yang lebih dangkal. Usaha Mimo dengan susah payah akhirnya berhasil. Anak ayam memanjat naik ke tempat lebih tinggi mencari induknya

Syukurlah, tak lama hujanpun  berhenti.  Matahari mulai muncul di antara pepohonan. Mimopun  memakan beberapa batang kangkung lalu bergegas kembali ke lubang rahasia tempat persembunyian.  Di sana telah menunggu dua kelinci kecil  anak Mimo. 

" Mama lapar" seru anaknya melihat Mimo datang dengan sayuran segar. Dengan kasih sayang Mimo mengerat sayur menjadi potongan kecil agar mereka mudah melahapnya.

Karena udara dingin dan perut kenyang si kelinci kecil mulai mengantuk.  

 " Sekarang tidurlah" bisik Mimo. Dipeluk kedua  anak-anaknya sambil bercerita tentang anak  ayam yang terjebak di selokan..

B.Aceh, 25 04 26

0/Post a Comment/Comments

Iklan