Ilustrasi dibantu oleh AI
Oleh Teuku Masrizar
Di sebuah kota kecil bernama Tapaktuan, hiduplah seorang anak bernama Rafli. Suatu hari, Rafli membawa tumbler kesayangannya yang berisi air satu liter. Tapi, baru saja jam menunjukkan pukul
12 siang, air di dalam tumbler sudah habis!
“Kenapa aku cepat sekali haus, ya?” pikir Rafli. Ia merasa tubuhnya panas sekali, meski kipas angin di rumah sudah berputar kencang. Bahkan, AC di ruang tamu pun tak mampu membuat udara jadi sejuk.
Rafli pun keluar rumah menuju taman kota. Di sana, pohon ketapang yang biasanya hijau segar mulai berubah warna menjadi kuning dan merah. Daunnya banyak berguguran. Rafli heran, “Apakah pohon-pohon juga kepanasan?”
Di taman, Rafli bertemu sahabatnya, Safdar. Safdar sedang menulis di buku catatannya, tapi wajahnya terlihat lelah. “Hari ini panas sekali, Rafli,” katanya sambil mengibaskan baju.
Rafli mengangguk. “Iya, mungkin ini yang disebut orang-orang sebagai perubahan iklim. Cuaca jadi lebih panas dari biasanya.”
Safdar terdiam. “Kalau iklim berubah, apa yang bisa kita lakukan?” tanyanya.
Rafli berpikir sejenak, lalu menjawab dengan semangat:
“Kita bisa menanam lebih banyak pohon supaya udara jadi sejuk. Kita bisa mengurangi sampah plastik, hemat listrik, dan menjaga laut tetap bersih. Kalau kita bersama-sama menjaga bumi, mungkin cuaca bisa kembali bersahabat.”
Safdar tersenyum. “Wah, ide bagus! Aku akan menulis tentang itu supaya banyak orang tahu.”
Rafli pun merasa senang. Meski hari itu panas sekali, ia menemukan harapan: bahwa anak-anak, orang dewasa, semua bisa ikut menjaga bumi. Karena bumi adalah rumah kita bersama.
---
🌱 Pesan Inspiratif untuk Anak-anak:
Perubahan iklim membuat cuaca jadi lebih panas, tapi kita tidak boleh menyerah. Dengan menanam pohon, menghemat energi, dan menjaga lingkungan, kita bisa membantu bumi tetap sehat. Setiap tindakan kecil akan membawa perubahan besar!

Posting Komentar