Oleh Tabrani Yunis
Pagi itu, di POTRET Gallery yang penuh warna, Nayla berseru riang,
“Liburan ini kita ke Lhok Reukam saja, ya Ayah!”
Ayah yang sedang sibuk menginput barang langsung menoleh sambil tersenyum.
“Lhok Reukam? Wah, kenapa Nayla tiba-tiba ingin ke sana?”
Nayla mengangkat majalah yang baru dibacanya.
“Barusan Nayla baca tentang tempat itu, Ayah. Katanya indah sekali!”
Ayah tertawa kecil. “Benar, Nak. Dulu waktu Ayah kecil, Ayah pernah berjalan kaki dari Terbangan ke Lhok Reukam. Di sana ada pohon kelapa bercabang tiga, unik sekali! Sampai sekarang Ayah masih ingat.”
Tiba-tiba Aqila dan Arisya datang bergabung. “Ada apa nih, Ayah?” tanya mereka penasaran.
Ayah pun menjelaskan, “Lhok Reukam itu di Aceh Selatan, dekat Tapaktuan. Hanya 15 menit naik motor. Di sana ada pantai yang indah sekali.”
Nayla menambahkan dengan semangat, “Betul! Pantainya berpasir putih, menghadap Samudra Hindia. Ada kafe tepi pantai, sunset yang cantik, dan makanan laut segar seperti lobster dan sate gurita!”
Aqila berdecak kagum. “Wah, pasti enak banget!”
Ayah tersenyum. “Tak jauh dari sana, ada bukit bernama Panorama Jambo Hatta. Dari atas, kita bisa melihat laut biru dan pegunungan hijau. Dulu Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta, pernah singgah di sana.”
“Jadi Lhok Reukam itu dikelilingi gunung dan pantai, ya Ayah?” tanya Arisya.
“Benar sekali,” jawab Ayah. “Tempat yang cocok untuk keluarga, untuk belajar mencintai alam dan sejarah.”
Nayla menatap Ayah dengan mata berbinar. “Ayo Ayah, kita buat rencana! Kita bisa belajar tentang alam, sejarah, dan menikmati pantai bersama!”
Ayah mengangguk. “Baiklah, kita rencanakan perjalanan, dari kendaraan, penginapan, sampai anggarannya.”
Aqila melonjak gembira. “Horeee! Liburan ke Lhok Reukam!”
---
🌅 Pesan Cerita:
Liburan bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk belajar mengenal alam, sejarah, dan budaya. Seperti Nayla dan keluarganya, kita bisa menjadikan setiap perjalanan sebagai petualangan penuh makna.

Posting Komentar