![]() |
| Ilustrasi oleh AI |
Oleh Tabrani Yunis
Hari itu udara di Banda Aceh terasa sangat panas. Matahari bersinar terang sekali, membuat Aqila Azalea, Ananda Nayla, dan Arisya Anum memilih duduk di teras rumah. Mereka bercengkerama sambil menikmati angin yang sesekali berhembus.
“Apakah ayah akan mengajak kita jalan-jalan sore ini?” tanya Aqila penuh harap.
“Ya, kita tanyakan saja nanti,” jawab Nayla sambil tersenyum.
Tak lama kemudian, ayah muncul di depan pintu. Arisya langsung bertanya, “Ayah, apakah kita akan jalan-jalan sore nanti?”
Ayah tersenyum, “Boleh saja. Mau ke mana?”
“Ke pantai Ulee Lhe, Ayah!” seru Aqila.
“Baik, insya Allah,” jawab ayah. Anak-anak pun bersorak gembira.
Pukul dua siang, mereka bersiap naik mobil. Ayah menghidupkan mesin dan mulai menyetir melewati jalan di pinggir sungai . Di sepanjang jalan, terlihat tumpukan sampah berserakan.
“Lihatlah, Nak,” kata ayah sambil menunjuk. “Banyak orang membuang sampah sembarangan.”
“Kenapa ya, Ayah? Padahal jadi kotor sekali,” ujar Nayla.
Ayah menghela napas, lalu menjelaskan, “Saat hari raya, sampah rumah tangga bertambah banyak. Banyak belanjaan dibungkus plastik, kue dalam kaleng, minuman dalam gelas plastik. Semua itu akhirnya jadi sampah. Kalau tidak dibuang dengan benar, lingkungan kita jadi rusak.”
Anak-anak terdiam, membayangkan betapa banyak plastik yang menumpuk setiap hari.
“Bayangkan,” lanjut ayah, “kalau setiap rumah membeli air kemasan plastik setiap hari, ke mana sampah itu pergi? Kalau tidak dipilah dan dibuang pada tempatnya, sampah menumpuk di jalan, sungai, bahkan laut.”
Aqila mengangguk, “Benar Ayah, aku sering lihat orang menaruh sampah di tengah jalan. Rasanya tidak nyaman.”
Ayah tersenyum bijak, “Itulah sebabnya kita harus belajar bijak mengelola sampah. Mulai dari rumah, kita bisa memilah plastik, kertas, dan sisa makanan. Kalau semua orang peduli, lingkungan kita akan lebih bersih dan sehat.”
Tanpa terasa, mobil tiba di Ulee Lhe. Anak-anak berlari kecil menuju pondok di tepi pantai. Mereka menikmati angin laut sambil memikirkan pesan ayah.
Hari itu bukan hanya tentang jalan-jalan, tetapi juga tentang belajar menjaga bumi. Aqila, Nayla, dan Arisya berjanji dalam hati: mulai sekarang, kami akan lebih bijak dengan sampah, terutama plastik.
✨ Pesan Cerita:
Hari raya memang menyenangkan, tetapi jangan lupa bahwa sampah plastik bisa merusak lingkungan. Mari kita belajar membuang sampah pada tempatnya, memilahnya, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan begitu, kita ikut menjaga bumi agar tetap indah untuk generasi mendatang.

Posting Komentar