Cah Brebes (3)




Oleh: Kang Thohir

 

 

 

       "Rik, layangan terbang tinggi amat, nanti ada yang nyangkut lho!" 

 

       "Eh iya Hir, tapi aku tarik lagi supaya lebih sedikit rendah layangannya."

 

       "Oke, Rik."

 

 Bermacam-macam layangan terbang di sekitarnya, karena musim tanam padi sehingga waktu itu sangat pas untuk bermain layangan. 

 

Bahwa di desa pun punya kenangan terindah pada masa-masa bermain, sehingga membuat rindu. Bermacam-macam permainan pun ada seperti bermain kelereng, bermain gangsing, wong-wongan, aburan, papakdor, dan lain-lainnya.

 

Kehidupan di desa Kupu sangatlah unik dan menarik, banyak berbagai cerita tentangnya. Namun, adakalanya aku tak bisa merajut kenangan itu dengan demikian. 

 

 Bahwa hidup di era zaman sekarang sangatlah berubah drastis, tak seperti dulu, yang sangat melekat pada budaya tradisional dan kebersamaannya. Sehingga tak ada dunia nyata, adanya dunia pribadi dan dunia maya. Apalagi teknologi sudah sangat berkembang canggih, dan tak ada lagi tempat untuk bermain seperti anak-anak dulu, yang serba turun ke lapangan, ke sawah, ke jalan, dan bermain sederhana, tapi punya berjuta-juta kenangan, sebagaimana cerita Erik dan Thohir itu.

 

Bersambung ...

0/Post a Comment/Comments

Iklan