Ya Allah Rumahku dan Tempatku Mengungsi Hanyut




Oleh Nazilatul Maghfirah

Murid Kelas IV MIN Johar Chalifah Yahya, Desa Banai, Karang Baru, Aceh Tamiang


Pada tanggal 25 November 2025, hari Rabu, Malam Kamis, aku dan keluargaku mengungsi. Kami mengungsi pertama di rumah panggung milik saudara ( Oom.


Alhamdulillah, kami bisa tidur pada malam itu, dan pada pagi harinya, Kamis, 27 November 2025 air sudah mau masuk ke dalam rumah itu. Jadi kami memutuskan untuk pindah ke rumah tetangga yang rumahnya lebih tinggi.


Sedangkan rumah di sekelilingnya sudah penuh dengan air. Di dalam rumah itu air terus naik dan kami yang mengungsi tidak bisa berdiam di bawah. Kami berinisiatif untuk naik ke atas. Yang anak-anak dan Ibu-Ibu naik di atas plafon kamar mandi, sedangkan yang laki-laki di atas plafon rumah.


Di atas, kami tidak dapat makan nasi karena alat masak dan bahan makanan tinggal di bawah. Hanya saja siang itu kami makan roti seharian.


Pada hari Jumat, kami tidak makan dan tidak minum. Pada hari Sabtunya air sudah mulai surut sedikit. Salah satu orang yang mengungsi di tempat yang sama dengan kami, turun berenang mencari makanan. 

Alhamdulillah kami bisa makan.


Pada hari Minggunya aku dapat kabar menyedihkan. Di saat air sudah mulai surut, ada salah satu orang yang mengungsi di tempat yang sama turun untuk melihat keadaan sekitar dan dia berkata rumahku sudah hanyut dan rumah tempat kami mengungsi juga sudah hanyut.

0/Post a Comment/Comments

Iklan