Oleh Adhitiya
Kelas II SD
Pada tanggal 26 November 2025, kami mengalami kisah yang sangat memilukan. Di kampung kami terjadi banjir bandang yang tak dapat dilupakan.
Malam itu, rasa dingin begitu mencengkeram di badan dan perut terasa sangat lapar. Kami menangis sambil menatap banjir yang sangat besar. Banjir bandang itu memaksa kami mencari tempat mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Pada saat itu yang paling penting bagi kami hanyalah keluarga. Betapa pilunya pada saat itu melihat rumah sendiri hanyut di depan mata.
Posting Komentar