Oleh Tabrani Yunis
Usai Magrib, Aqila melihat ayah duduk di teras rumah. Ayah sedang menikmati secangkir kopi Gayo yang harum. Di tangan kanannya, ayah memegang handphone sambil tersenyum kecil. Kepalanya ikut bergoyang pelan mengikuti irama sebuah lagu.
Aqila penasaran.
“Yah, lagu apa sih yang ayah dengarkan?” tanyanya sambil mendekat.
Ayah menatap Aqila dengan senyum hangat.
“Ini lagu kenangan ayah, Nak. Namanya lagu Qasidah. Dulu, waktu ayah seusiamu, ayah sering mendengarkan lagu ini.”
“Qasidah? Apa itu, Yah?” tanya Aqila dengan mata berbinar.
Ayah pun mulai menjelaskan.
“Qasidah itu lagu Islami, berisi nasihat, pujian kepada Allah dan Rasulullah, serta ajaran hidup yang baik. Biasanya dinyanyikan dengan iringan rebana. Lagu ini bukan hanya hiburan, tapi juga pengingat agar kita selalu berbuat baik.”
Ayah lalu menyanyikan beberapa bait lirik Qasidah. Suaranya lembut, penuh makna. Aqila mendengarkan dengan khidmat.
“Bila diri ingin dikenang, semailah benih di tengah sawah.
Bawalah ilmu padi di ladang, tambah berisi, tunduk ke bawah…”
Aqila terdiam. Ia merasa lirik itu seperti nasihat yang dalam sekali.
“Wah, ayah… lagunya indah sekali. Aku jadi belajar bahwa orang baik itu tidak sombong, dan semakin pintar harus semakin rendah hati.”
Ayah mengangguk.
“Betul, Nak. Qasidah mengajarkan kita untuk tidak berbangga diri, tidak suka ribut, dan selalu rendah hati. Seperti padi, semakin berisi semakin menunduk. Itulah tanda orang berilmu.”
Aqila tersenyum.
“Kalau begitu, aku mau belajar Qasidah juga, Yah. Supaya aku bisa jadi anak yang baik dan bermanfaat.”
Ayah memeluk Aqila dengan bangga.
“Itu semangat yang ayah suka. Lagu Qasidah bukan hanya untuk didengar, tapi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.”
✨ Pesan Inspiratif untuk Anak
• Qasidah adalah lagu Islami yang berisi nasihat dan pujian kepada Allah serta Rasulullah.
• Isi lagunya penuh pelajaran hidup, seperti rendah hati, tidak sombong, dan selalu berbuat baik.
• Mendengarkan Qasidah bisa membuat hati tenang, sekaligus mengingatkan kita agar menjadi anak yang berakhlak mulia.
-

Posting Komentar