Pages

Aku dan Aku


Kalyca Adzka Alkhosyi

“Eh, Armi!” sapa sahabatku, Kirana.
“Apa sih, lagi baca buku diganggu!” jawabku yang sedang asyik baca komik.
“Ih, cuma mau ngomong doang, kenapa sih!” katanya kesal.
“Huft... iya deh” kataku pasrah.
“Mmm... kamu tahu gak?”
“Enggak” kataku sambil tertawa kecil.
“Ih, aku belum selesai ngomong! Kzzzll deh!” katanya lagi.
“Iya deh...” jawabku yang masih tertawa geli.
“Jadi, kamu percaya gak? Kalau, ada orang lain  yang mirip kita?” tanya Kirana.
“Ya enggaklah, kecuali, saudara kembar!” kataku dengan santai sambil kembali membaca komik.
“Ih, dengar aku dulu dong!” katanya dengan mimik wajah memerah.
“Iya.. Iya!” Kataku sembari menaruh buku di atas mejaku. “Oh ya, kenapa kamu tiba-tiba ngomongin itu?” tanyaku.
“Oh, mungkin, ini cuma gara-gara dongeng yang aku baca” kata Kirana sambil tertawa kecil.
“Oh, oh, aku juga pernah kayak begitu!” kataku sambil kembali membaca komik. Tapi...
KRINGGGG!!!
“Yah dah keburu bel!” kataku sembari berdiri dari kursi.
“Yuk, ikrar!” ajak Kirana.

Setelah ikrar...
“Ok, anak-anak, hari ini, pelajaran jam pertama kita adalah bahasa Inggris. Silakan ambil buku bahasa Inggrisnya, and open page twenty four” kata Ms.Mira.
Yes,miss! ” kataku dan murid-murid lainnya.

Satu setengah jam kemudian...
KRINGGG....
Bel istirahat terdengar sangat merdu. Hehe.. bel istirahat adalah suara terindah di sekolah, menurut kami!
“Eh, Kir, ke taman yuk! Sekalian bawa buku yang waktu itu kamu baca” ajakku.
“Buku yang orang kembar itu?” tanya Kirana.
“Iya, buruan!” kataku. Aku mengajaknya ke taman sambil membawa buku itu, karena aku penasaran.
“Aku ambil bukunya dulu ya..” katanya.
“Ok! Tapi, cepet ya..” kataku lagi sembari berjalan ke depan pintu kelas.
....
“Pinjam bukunya dong! Mau lihat!” Kataku sambil mengambil buku yang berjudul Twin children.
“Kenapa sih, seperti orang penasaran saja!” katanya.
“Emang aku lagi penasaran!” kataku lagi sembari membuka-buka buku itu.
“Eh, oh..” katanya asal (Mungkin gak tahu mau jawab apa lagi). Beberapa menit kemudian, aku mengembalikan buku itu.
“Nih, tapi... Aku masih penasaran” kataku yang masih bingung.
“Mmmm... kalo menurut kamu, itu non fiksi... Ya? Tidak usah di pikirkan” Kata Kirana yang ikut-ikutan buka-buka buku itu.
“Iya sih, mmm... tapi, aku susah untuk melupakannya!” kataku lagi.
“Sudah yu, aku mau beli camilan nih!” kata Kirana.
“Mmm... nanti sepulang sekolah, aku pinjam bukunya ya!” kataku sembari berdiri dari kursi taman.
“Ok, aku kasih waktu peminjaman sampai besok ya.” jawabnya.
“Ok!” kataku berlari mendahului Kirana.
“Hei!” kata Kirana sembari mengejarku. 
Saat Bu Sinta (Guru Matematika) menjelaskan, aku tidak bisa berkonsentrasi karena terus memikirkan cerita yang diceritakan oleh Kirana.
“Armi..Whats are you doing?” Tanya Bu Sinta yang mungkin dari tadi memperhatikanku.
“Oh! Sorry mis!” Kataku sembari berdiri dari kursi dengan kepala menunduk. Di sekolahku, memang disunahkan (Eya..) untuk memakai bahasa Inggris saat pelajaran (Tapi, setengah-setengah juga boleh).
No worry! Ok children, kita lanjutkan” kata Bu Sinta dengat lembut. Menurutku, di sekolah ini guru yang paling baik itu, ya.. Bu Sinta.
Yes mis!” Jawab Semua murid.
....
“Assalamu’alaikum!” salamku.
“Wa’alaikum sallam..” jawab ibu. Aku mencium tangan ibu yang menghampiriku. Aku segera ganti baju dan makan siang sendiri karena ibuku sudah makan. Selesai makan, aku pergi ke kamar dan tertidur lelap. 
Dua jam kemudian, aku terbangun dari tidurku.

“Hoam..” aku menguap beberapa saat, dan langsung menuju kamar mandi. Sore ini, aku memutuskan untuk jalan-jalan keluar kopleks (sendirian). Aku ingin pergi ke taman kota.
“Ibu, aku pergi ke taman kota ya..” kataku sembari mencium tangan ibu. “Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikum salam, hati-hati dijalan ya..” ibu menjawab salamku. Di taman kota, aku sedikit lapar. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Mini Market.
Bruk! Aduh! Sakit!Keluhku dalam hati. Orang itu (yang menabrakku) membantuku berdiri. Aku memperhatikan wajahnya. 
“Ka.. kamu!” Orang itu menunjuk ke arahku. Aku juga kaget. “Kita.. ke.. kembar??” katanya lagi.
“Siapa na.. namamu?” tanyaku kepadanya gugup.
“Oh, perkenalkan, namaku Arumi!” dia menjawab. “Kalau kamu?” dia balik bertanya.
“Aku.. Armi!” kataku yang mulai berani bicara.
“Muka kita sama.. dan nama kita hampir sama!” katanya ceria.
“Mungkin hanya kebetulan saja!” kataku yang mulai akrab bersamanya. Kemudian, aku dan Arumi, berbincang- bincang sambil duduk lesehan di rumput (Lucu ya!). 
“Jadi, ternyata kamu sudah punya satu sahabat?” katanya di tengah perbincangan.
“Ya. Mmm.. kamu tinggal di mana?” tanyaku.
“Aku, dikompleks seberang sana” katanya sambil menunjuk ke arah perumahan yang kebetulan rumahku di situ.
“Wah, sama dong! Aku juga di sana, kamu blok apa? Kalo aku, blok  B14!” kataku senang.
“Hehe.. sebenarnya, aku hanya tinggal sementara di sana. Kalo aku, Blok A 15.” Kata Arumi.
“Yah, mmm.. berapa lama kamu tinggal di sini?” tanyaku lagi.
“Cukup lama.. sekitar, 1 tahun” katanya lagi.
“Terus, kamu sekolah di mana?” aku terus bertanya.
“Aku belum mendaftar. Nanti mamaku yang daftar. Dan aku tidak tahu aku nanti sekolah di mana” kata Arumi menjelaskan. “Besok aku mau dikasih tahu sama mamaku”
“Oh...” jawabku.
“Kamu.. mau gak? kita bersahabat?” sekarang dia yang bertanya.
“Mau!” jawabku. Semenjak saat itu, aku sering bermain dengannya. Ternyata, dia akhirnya sekolah sama denganku dan kami berdua sekelas. Dia memberiku gelang persahabatan. 
Tapi...
“Armi, kenapa sih kamu menjauhiku?” tanya Kirana suatu saat.
“Ma.. maaf, itu karena..”
“Karena kamu punya sahabat baru? Iya kan?!” belum selesai aku berbicara, Kirana sudah membentakku. Dia semakin emosi, karena tiba-tiba Arumi datang dan mengajakku bertemu di Mall.
“Maaf!” kataku lagi
“Bangun!”  teriakan Kirana berubah menjadi kata “Bangun!” Aneh! Ternyata..
“I.. ibu?” Aku bingung. Ternyata ini hanya mimpi. Huft.. alhamdulillah, aku tidak jadi bermusuhan dengan sahabatku yang tersayang.. 
Tapi.. Gelang ini..?!


Namaku Kalyca Adzka Alkhosyi
Kelas 4 di SDIT Darul Abidin
Aku lahir di Depok, 19 Oktober 2009
Hobbiku mencoba resep-resep masakan, jalan-jalan, dan membaca buku.


Majalahanakcerdas.com

Majalah Anak Cerdas,

1 komentar:

  1. Cerpen anak cerdas bagus bgt. Kalyca sudah nulis cerpen dari kelas berapa?

    BalasHapus