Banyak Membaca, Banyak Nikmat Kita Dapat

 





Oleh Tabrani Yunis


Di sebuah desa yang asri di Manggeng, Aceh Barat Daya, ada sebuah sekolah swasta bernama SDIT Muhammadiyah Manggeng. Sekolah yang menjadi pilihan banyak anak. Suatu pagi yang cerah, halaman sekolah tampak lebih ramai dari biasanya. Di bawah rindangnya pohon-pohon yang tumbuh subur di pekarangan, anak-anak kelas III duduk berkelompok sambil memegang majalah berwarna-warni.


“Wah, seru banget nih!” seru Arisya sambil membuka halaman pertama majalah Anak Cerdas. Ia duduk bersama teman-temannya di kelompok B, yang terdiri dari Aqila, Nayla, dan beberapa teman lainnya.


Majalah itu baru saja mereka terima dari sebuah LSM yang peduli pada gerakan literasi anak-anak. Selain Anak Cerdas, LSM itu juga menerbitkan majalah POTRET. Hari itu, semua anak tampak begitu antusias. Ada yang membaca dengan suara lantang, ada yang membaca dalam hati, dan ada juga yang langsung menceritakan isi bacaan kepada teman di sebelahnya.


“Wow, mantap sekali hari ini!” seru Arisya sambil tersenyum lebar. “Kita dapat bacaan yang bergizi. Pantas saja semua murid senang membaca!”


“Iya, membaca itu memang seru, ya?” lanjutnya sambil menatap teman-temannya.


“Ya! Benar sekali!” jawab mereka serempak.


Aqila yang duduk di sebelah Arisya mengangguk semangat. “Teman-teman, membaca itu banyak sekali manfaatnya. Lihat saja kita sekarang. Kita jadi senang, bahagia, dan tahu banyak hal baru. Kita juga bisa saling berbagi cerita dan ilmu. Pokoknya, membaca itu luar biasa!”


Nayla yang dari tadi asyik membaca cerita tentang anak penjelajah hutan berkata, “Semoga bulan depan kita dapat kiriman majalah Anak Cerdas lagi, ya!”


Namun, Arisya mengangkat tangan dan berkata, “Eh, Kak Nayla, aku pernah baca kalau sekarang Anak Cerdas sudah tidak dicetak lagi. Tapi tenang, kita tetap bisa baca secara online, lho!”


“Online? Maksudnya?” tanya Nayla penasaran.


“Iya! Kita bisa buka majahananankcerdas.com. Di sana banyak sekali cerita seru dan artikel menarik. Bisa dibaca kapan saja, di mana saja, pakai HP atau tablet,” jelas Arisya sambil menunjukkan situsnya di layar ponsel.


“Wah, keren! Jadi makin gampang ya bacanya,” kata Nayla senang.


“Betul!” sahut Arisya. “Yang penting kita punya kemauan untuk membaca. Sekarang bacaan bagus bisa kita temukan di mana-mana. Yuk, kita manfaatkan teknologi untuk tambah pintar!”


Anak-anak pun kembali tenggelam dalam bacaan mereka. Di bawah pohon yang sejuk, tawa dan cerita bersahutan. Hari itu, mereka tidak hanya membaca, tapi juga belajar bahwa membaca adalah jendela dunia—dan dunia itu kini bisa dibuka dari genggaman tangan.


0/Post a Comment/Comments

Iklan