Kunci Jawaban Dari Dzikir



Oleh Zahra Fathiyyah Khaerunnisa 


Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 


 

Lampu kamar Nala masih menyala saat jam dinding menunjukan pukul 12 malam. Di hadapannya, buku paket Matematika dan Bahasa Arab terbuka lebar. Nala memijat kepalanya yang pening. Rumus geometri dan mufrodat Arab seolah bercampur aduk di otaknya.

“Ya Allah, Hamba takut tidak bisa menjawab soal besok ya allah... Bantulah akuu” bisiknya lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

 

Karena merasa sudah sangat lelah karena belajar dari setelah dzuhur, Nala menutup bukunya lalu mengambil tasbih digital miliknya. Allahumma yassir wala tu'assir. Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahla. Kalimat Doa itu ia ucapkan tanpa henti untuk menenangkan hatinya. ia menyerahkan segala urusannya kepada Allah karena hanya Allah lah yang bisa membantunya.

 

Keesokan Harinya, ketika Nala ingin berangkat sekolah, tidak lama kemudian hujan badai turun dengan sangat deras seakan-akan langit tidak mendukungnya.

Nala berdiri di teras rumah dengan perasaan cemas, takut, sedih  yang campur aduk. Jika ia nekat menembus cuaca seburuk itu menggunakan payung, seragam dan perlengkapan ujiannya pasti akan tetap basah kuyup.

 

“Astagfirullahaladzim.. ya Allah tolong hamba ya Allah” gumamnya sembari terus berdoa Allahumma yassir wala tu'assir. Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahla. berulang kali.

 

Sekitar 10 menit menunggu hujan yang tidak kunjung reda, Sebuah mobil putih berhenti di depan rumahnya. kaca jendela terbuka, memperlihatkan Dira dan Ibunya. “Nala, ayok ikut kami ke sekolah, ini hujan deras!” Ajak ibunya.

“Ayokk sini Nalaa” Teriak Dira. Akhirnya, Nala menghampiri mobilnya menggunakan payung lalu segera masuk ke dalam mobil. 

“Terimakasih yaa  bu dan Dira. berkat kalian aku bisa pergi ke sekolah tanpa harus basah” kata Nala 

“Iyaa Nala sama-sama. tadi kebetulan kita ke bengkel dulu yang di dekat rumah kamu. jadi lewat depan rumah kamu. dan kami melihat kamu sedang menunggu jadi kita ajak untuk ke sekolah bareng” Jawab Ibu Dira.

“Maa syaa Allah... apa ini karena doa aku?” pikir Nala

Di dalam mobil sembari memegang tasnya, Nala terus mengucapkan doa dan dzikir memohon agar dirinya dimudahkan saat mengerjakan nanti.

 

Sesampainya di kelas, Nala membaca dan mengulang-ulang yang tadi malam ia pelajari. Ujian pertama adalah matematika. ia mencoba latihan beberapa soal sebelum ujian. Saat bel berbunyi, Nala segera menutup bukunya dan menunggu soal dibagikan. Jantung Nala terus berdebar ketika soal sudah ia terima. 


Saat  ia membaca soal-soal ujian tersebut, ia tertegun. angka-angkanya sangat akrab di mata nya. Nala langsung teringat coretan kertas yang ia pelajari secara acak tadi malam. Dengan tenang, ia menghitung dan menjawab jawabannya dengan cepat.


Ujian kedua adalah Bahasa Arab. Nala kesulitan menghafal mufrodat yang banyak tersebut. namun ia tidak pantang menyerah. ia menghafal mufrodat dan tashrif dengan cara mengingat hal-hal yang berkaitan dari kata tersebut.

Ketika Soal ujian dibagikan, Nala terkejut karena ia seperti melihat keajaiban di depan matanya. ia seolah melihat kembali halaman buku yang ia baca tadi malam. Kata-kata sulit yang ia hafalkan tadi malam keluar di soal-soal ujian.

 

Nala menatap jendela kelas yang masih dibasahi gerimis. ia sadar bahwa usahanya yang terbatas telah dibantu dengan pertolongan allah untuk menjawab soal ujian tersebut. Hal yang selama tadi malam ia cemaskan bisa ia lalui dengan tenang. Sambil senyum penuh syukur ia mengucap alhamdulillah dan tidak berhenti-henti mengucap terimakasih kepada allah dalam hati. 

 

 

 

Biodata Penulis

Zahra Fathiyyah Khaerunnisa merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketertarikannya pada dunia menulis tumbuh sejak kecil dan terus dikembangkan hingga masa perkuliahan. Ia pernah mengikuti berbagai kegiatan kepenulisan dan public speaking, serta salah satu cerpennya telah dipublikasikan di sebuah website. Selain menulis, Zahra aktif dalam kegiatan organisasi dan memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan, bahasa, dan cerita anak.

Instagram: @Zhrfathyh





0/Post a Comment/Comments

Iklan