Kamar Tua Rumah Nenek


Ilustrasi by AI 

Karya: Saidatul Nafisa Ilham


*Siswa Kelas VI SD Negeri Terbangan Cut* Pasie Raja, Aceh Selatan 


Alkisah, hiduplah sebuah keluarga yang ramah dan baik hati. Keluarga itu terdiri atas ayah, ibu, kakak, dan Dila. Mereka tinggal di sebuah rumah kos kecil yang hanya memiliki dua kamar, satu kamar mandi, dan satu dapur kecil.


Dila adalah anak yang cerdas dan baik hati. Ia masih bersekolah di sebuah SD. Ayahnya bekerja sebagai tukang bengkel, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.


Pada suatu hari, sekolah Dila mengadakan libur panjang. Keluarganya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan mengunjungi nenek.


Keesokan harinya mereka berangkat. Setelah menempuh perjalanan selama lima jam, mereka akhirnya sampai di rumah nenek.


Rumah nenek tampak sangat besar karena memiliki dua lantai. Nenek tinggal sendirian sejak kakek meninggal dunia sepuluh tahun yang lalu.


Suatu hari, Dila berkeliling rumah nenek. Saat berada di lantai dua, ia menemukan sebuah kamar yang terlihat mencurigakan. Dila ingin masuk ke dalamnya.


Namun, aksinya diketahui oleh nenek.


"Dila, jangan masuk ke kamar itu. Berbahaya," kata nenek.


Dila pun menuruti nasihat nenek dan turun ke bawah. Akan tetapi, rasa penasarannya tidak hilang.


Malam harinya, saat semua orang sudah tidur, Dila diam-diam naik ke lantai dua. Ia berjalan perlahan menuju kamar tersebut.


Ketika sampai di depan pintu, ia sempat ragu. Namun rasa ingin tahunya lebih besar daripada rasa takutnya.


Akhirnya Dila membuka pintu kamar itu.


Saat lampu dinyalakan, terlihat ruangan yang sangat kotor dan penuh debu. Banyak barang-barang lama tersimpan di sana. Di dinding juga terdapat foto-foto lama.


Dila melihat sebuah foto nenek dan kakek ketika masih muda. Namun, ada seorang anak perempuan yang tidak dikenalnya sedang memegang boneka beruang merah.


Dila semakin penasaran.


Di dekat sebuah kasur tua, ia menemukan sebuah kotak berdebu. Ketika dibuka, di dalamnya terdapat boneka beruang merah yang sama seperti dalam foto, beberapa pakaian anak perempuan, dan beberapa mainan lama.


Saat sedang memeriksa isi kotak itu, tiba-tiba lampu berkedip-kedip.


Dila mulai panik.


Lampu kembali berkedip lalu mati total.


Brak!


Pintu kamar tiba-tiba tertutup sendiri.


Dila berteriak meminta tolong.


"Ibu... tolong!"


Ibunya yang mendengar teriakan itu segera mencari sumber suara. Setelah sampai di lantai dua, ia menemukan Dila terbaring di lantai kamar tua tersebut.


Dila segera dibawa ke rumah sakit.


Tidak lama kemudian, Dila sadar dan menceritakan semua yang dialaminya.


Mendengar cerita itu, nenek akhirnya menceritakan rahasia kamar tersebut.


Dahulu, kamar itu adalah kamar Tante Sarah, adik ibu Dila.


Bertahun-tahun yang lalu, saat nenek dan kakek sedang pergi ke luar daerah, Sarah tinggal di rumah bersama seorang pembantu bernama Mery.


Pada suatu malam, mereka berdua sudah tertidur lelap.


Tiba-tiba Sarah terbangun karena mendengar suara mencurigakan dari luar kamar.


Ia memberanikan diri mengintip dan melihat seorang pencuri sedang mengambil barang-barang berharga di rumah.


"Pencuri!" teriak Sarah.


Pencuri itu panik. Karena takut tertangkap, ia mengambil pisau dan menyerang Sarah.


Mery yang mendengar keributan keluar dari kamarnya. Namun, ia juga menjadi korban.


Setelah itu, pencuri menyembunyikan jasad mereka di kamar tersebut sebelum melarikan diri.


Dua hari kemudian, nenek dan kakek pulang.


Mereka mencium bau yang aneh di dalam rumah. Setelah mencari sumbernya, mereka menemukan Sarah dan Mery di kamar itu.


Sejak saat itu, kamar tersebut tidak pernah digunakan lagi.


Boneka beruang merah, pakaian, dan barang-barang lama yang ada di dalam kamar menjadi kenangan terakhir Tante Sarah.


Setelah mendengar cerita nenek, Dila merasa sedih. Ia juga menyesal karena tidak mematuhi nasihat nenek untuk menjauhi kamar tersebut.


Sejak hari itu, Dila belajar bahwa nasihat orang tua dan orang yang lebih tua sebaiknya didengarkan, karena mereka ingin melindungi kita dari bahaya.


*Tamat*


*Pesan Moral:*

Jangan melanggar nasihat orang tua dan jangan masuk ke tempat yang dilarang tanpa izin. Rasa ingin tahu memang baik, tetapi harus disertai sikap hati-hati dan tanggung jawab.

0/Post a Comment/Comments

Iklan